Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan sebanyak 761 kepala family (KK) alias 2.692 jiwa terdampak banjir nan merendam 10 kecamatan nan tersebar dua kecamatan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
"Wilayah terdampak banjir meliputi dua kecamatan dengan total sepuluh kelurahan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (18/5).
Bencana banjir tersebut dipicu akibat tingginya curah hujan pada Sabtu (16/5), sehingga saluran Sungai Serdadu meluap hingga menggenangi area permukiman penduduk dan areal persawahan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir terjadi lantaran saluran Kali Serdadu meluap, setelah hujan deras. Kemudian merendam pemukiman penduduk dan areal persawahan di sejumlah wilayah terdampak," ungkapnya.
Dampak banjir tersebut 10 kecamatan nan tersebar di dua kecamatan terendam yakni, Kecamatan Kota Timur nan mencakup Kelurahan Heledula Utara, Moodu, Heledula Selatan, Padebuolo, dan Ipilo.
Sementara di Kecamatan Kota Utara, banjir terjadi di Kelurahan Wongkaditi Timur, Wongkaditi Barat, Dembe Jaya, Dembe II, dan Dulomo.
"Berdasarkan info sementara, sebanyak kurang lebih 761 KK alias sekitar 2.692 jiwa terdampak akibat kejadian ini dan tetap dalam proses pendataan lebih lanjut. Selain itu, sekitar 603 unit rumah dilaporkan terdampak genangan banjir," jelasnya.
Dalam penanganan musibah tersebut, kata Muhari pihak BPBD Kota Gorontalo telah melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan beragam pihak mengenai guna mempercepat penanganan di wilayah terdampak.
"Tim BPBD juga turun langsung ke letak untuk melakukan asesmen kondisi penduduk dan akibat banjir nan terjadi," pungkasnya.
(mir/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·