Tangerang, CNN Indonesia --
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, mengidentifikasi sebanyak 11 perlintasan sebidang di wilayahnya sebagai titik rawan kecelakaan.
Seluruhnya berada di jalur green line commuter line (KRL) rute Tanah Abang (Jakarta)-Rangkasbitung (Banten).
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan dari total 28 perlintasan nan ada di wilayah administratifnya, 11 titik di antaranya masuk dalam daftar rawan kecelakaan lantaran belum dilengkapi palang pintu dan penjagaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang rawan kecelakaan tadi sudah saya sampaikan, ada 11 nan tidak dijaga," ujar Maesyal, Kamis (7/5).
Selain itu, Maesyal juga menyebut saat ini sudah ada 15 perlintasan nan dijaga petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Pemerintah Provinsi Banten, dan masyarakat sekitar perlintasan.
Sedangkan 11 perlintasan nan belum terjaga itu, delapan di antaranya telah masuk dalam daftar 1.800 titik nan bakal ditingkatkan keselamatannya oleh PT Kereta Api Indonesia.
Lokasi tersebut tersebar di Kampung Parigi, Cibelut, Cisauk Sinyal, Kampung Kandang, Jatake, terusan Stasiun Tigaraksa-Cikoya, hingga Kampung Gabus.
Maesyal menjelaskan, saat ini proses peningkatan keselamatan tetap dalam tahap kajian oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang sebelum diajukan ke pihak terkait.
"Ini bagian kesiapan pemerintah wilayah untuk merespons dan menjalankan program Bapak Presiden," tegasnya.
Di samping itu, pemerintah wilayah juga berupaya untuk melakukan pembangunan palang pintu bagi perlintasan nan tidak terkover pemerintah pusat serta pemeliharaan palang pintu nan telah tersedia di beberapa perlintasan.
"Untuk mengantisipasi risiko, kami melakukan pendataan dan inspeksi melalui monitoring, evaluasi, serta peningkatan akomodasi pendukung," katanya.

(dod/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·