Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi menangkap 12 sindikat pengoplos Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel).
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Doni Satrya Sembiring mengatakan pengungkapan kasus ini dilakukan lewat operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah penyimpanan terlarangan nan berada di Jalan Lintas Lubuk Linggau - Sorolangun, pada Selasa (21/4).
"Sebanyak 12 orang pelaku tertangkap basah tengah melakukan aktivitas pemindahan dan pengoplosan BBM subsidi dan langsung diringkus tanpa perlawanan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam menjalankan aksinya, Doni mengatakan sindikat itu beraksi dengan modus 'kencing di jalan'. Para pelaku kemudian menyedot muatan BBM dari mobil tangki nan dialokasikan untuk masyarakat melalui SPBU resmi.
Setelahnya, kata dia, BBM subsidi hasil rampasan ditampung di penyimpanan ilegal. Nantinya BBM rampasan itu kembali dioplos dengan minyak hasil sulingan sebelum dijual dengan nilai tinggi demi untuk untung pribadi.
"Para tersangka mempunyai peran masing-masing dalam jaringan ini, mulai dari pengemudi mobil tangki nan berkhianat, pengelola penyimpanan hingga pekerja lapangan," tuturnya.
Doni mengatakan dalam penindakan itu interogator turut menyita sejumlah peralatan bukti berupa satu unit mobil tangki pengangkut BBM, puluhan tandon berisi BBM ilegal, selang dan mesin pompa penyedot hingga lima unit kendaraan operasional.
Ia menambahkan operasi tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberantas mafia daya nan menyengsarakan rakyat.
Menurutnya, tindakan tersebut menjadi biang kerok kelangkaan BBM di SPBU nan sangat mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat bawah.
"Penyelewengan BBM subsidi, terlebih di tengah kondisi kenaikan nilai saat ini, adalah kejahatan serius nan menari di atas penderitaan rakyat," tuturnya
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya mengatakan saat ini seluruh tersangka telah dijebloskan ke tahanan. Sementara itu interogator juga tetap terus mengembangkan jaringan nan lebih besar.
"Kami menjamin keamanan pengedaran daya dan mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor ke kepolisian terdekat jika menemukan aktivitas alias penyimpanan mencurigakan mengenai pengedaran BBM," katanya.
(tfq/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·