Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 15 penduduk negara asing (WNA) asal China nan bekerja di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, terancam dideportasi setelah diketahui hanya mengantongi izin tinggal kunjungan.
"Kalau kehadiran mereka tidak membawa faedah dan tidak memenuhi ketentuan, ya tentu bakal kami deportasi," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon Eben Rifqi Taufan di Ambon, Senin (11/5).
Ia mengatakan keimigrasian tetap melakukan pemeriksaan intensif terhadap total 24 WN China nan diamankan di area pertambangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah itu, sembilan orang mempunyai izin tinggal terbatas alias ITAS nan telah memenuhi persyaratan keimigrasian, termasuk adanya rekomendasi kerja dari Kementerian Tenaga Kerja.
Sementara 15 WN China lainnya diketahui hanya memegang izin tinggal kunjungan sehingga status dan aktivitas mereka sekarang menjadi konsentrasi pendalaman pihak imigrasi.
"Pemegang izin tinggal kunjungan ini tetap kami dalami mengenai tujuan kehadiran dan aktivitas nan mereka lakukan di letak tambang," ujarnya.
Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan Direktorat Jenderal Imigrasi, TNI, Polri, hingga Kejaksaan guna mendalami legalitas aktivitas pertambangan dan keberadaan tenaga kerja asing di Gunung Botak.
Eben menambahkan keberadaan tenaga kerja asing juga bakal dikaji berbareng lembaga terkait, termasuk menyangkut kebutuhan tenaga kerja dan faedah keberadaan mereka bagi daerah.
"Kalau pekerjaan-pekerjaan tersebut sebenarnya bisa dilakukan tenaga kerja lokal, tentu ini juga bakal menjadi pertimbangan berbareng dengan lembaga terkait," katanya.
Imigrasi Maluku melalui UPT Imigrasi Ambon juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mendalami legalitas perusahaan serta aktivitas eksplorasi nan melibatkan WNA di area Gunung Botak.
"Kami dan ESDM tentu saling mendukung untuk mendalami maksud keberadaan dan aktivitas mereka di Indonesia, khususnya di Gunung Botak," kata dia.
Ia menegaskan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas penduduk negara asing di wilayah Maluku bakal terus diperketat, terutama di area pertambangan nan menjadi perhatian pemerintah.
(antara/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·