loading...
Di usia ke-16, ITSEC Asia memperluas perannya dari penyedia jasa menjadi penggerak ekosistem keamanan digital berbasis institusi. Foto: ITSEC
JAKARTA - Di tengah meningkatnya serangan siber di Indonesia, perangkat nan paling sering diabaikan justru menjadi titik lemah utama: ponsel pribadi.
Fenomena ini menjadi latar belakang langkah PT ITSEC Asia Tbk nan genap berumur 16 tahun, dengan meluncurkan IntelliBron Aman Enterprise—solusi keamanan siber mobile berbasis lembaga nan ditujukan untuk karyawan, siswa, hingga aparatur pemerintah.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyebut bahwa ancaman digital di Indonesia telah bergeser dari sekadar rumor teknis menjadi akibat ekonomi langsung bagi individu.
”Ancaman nan dihadapi masyarakat Indonesia di ponsel mereka saat ini bukanlah abstraksi teknis. Tapi merupakan penipuan finansial nan dapat mengosongkan rekening bank, malware nan membajak dompet digital, dan platform nan mengeksploitasi pengguna nan rentan,” ujarnya.
Didirikan pada 2010 di Jakarta, ITSEC Asia berkembang dari perusahaan jasa keamanan siber menjadi entitas publik nan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023.
Selama 16 tahun, perusahaan ini mencatat lebih dari 7.000 proyek keamanan siber dan melayani lebih dari 300 pengguna aktif di sektor keuangan, telekomunikasi, energi, dan pemerintahan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·