Siswa antre mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk makan siang dengan konsep prasmanan nan ditawarkan Satuan Pelayanan Pemenuhan GiziÊ(SPPG) di SMP Negeri 126 Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026)(Ramdani/MI)
DINAS Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengatakan hingga Rabu (8/4), 37 korban dugaan keracunan makan bergizi cuma-cuma alias MBG di Pondok Kelapa, Jakarta Timur tetap menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan total 104 penduduk nan sempat mengakses jasa rumah sakit usai kejadian jeracunan MBG di Pondok Kelapa, Kamis (2/4).
Ia menegaskan, tidak seluruh korban kudu dirawat inap. Sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan awal.
“Hari ini nan dirawat tinggal 37 orang, dari sebelumnya semuanya ada 104. Tidak semuanya dirawat inap, ada nan datang lampau boleh pulang, sebagian dirawat,” ujar Ani di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4).
Ia merinci, tujuh pasien dirawat di RSKD Duren Sawit, enam orang di RS Islam Pondok Kopi, dan 19 orang di RS Harum. Sisanya tersebar di beberapa akomodasi kesehatan lainnya di Jakarta Timur.
Ani menegaskan, pasien nan tetap dirawat sengaja ditahan untuk observasi hingga betul-betul pulih. Dinkes tidak mau mengambil akibat dengan memulangkan pasien sebelum kondisi stabil sepenuhnya.
“Kita tunggu sampai stabil, betul-betul sehat, sudah tidak panas, tidak muntah, tidak diare, semua keluhan hilang, baru dipulangkan,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi para korban saat ini berangsur membaik. Namun, perbedaan respons tubuh setiap perseorangan membikin lama pemulihan tidak bisa disamaratakan.
Tak hanya siswa, kasus ini juga dilaporkan turut menimpa sejumlah pembimbing dan orang tua nan mengalami indikasi serupa, seperti mual, diare, dan sakit perut. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·