4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kadinkes Minta Warga Waspada, Simak Jalur Penularannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kadinkes Minta Warga Waspada, Simak Jalur Penularannya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) berbareng Gurbernur DKI Jakarta Pramono Anung (kedua kanan), Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris (kanan), dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspiwati (kedua kiri) menggunakan jasa Jak-Care saa(ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/wpa.)

KEPALA Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau penduduk Ibu Kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus. Meski bukan merupakan penyakit baru, temuan kasus di sepanjang tahun 2026 menunjukkan perlunya penguatan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Berdasarkan info Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tercatat sebanyak empat kasus hantavirus ditemukan di Jakarta sejak awal tahun 2026 hingga Mei ini. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dinyatakan telah sembuh setelah mengalami indikasi ringan, sementara satu pasien lainnya tetap berstatus suspek.

"Di 2026 nan ada di catatan kami sampai sekarang ini ada empat kasus nan sudah kita temukan, tiga orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. Satu orangnya sekarang tetap suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," ujar Ani Ruspitawati di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).

Mekanisme Penularan Melalui Tikus

Ani menjelaskan bahwa hantavirus adalah virus nan penularannya berasal dari tikus ke manusia. Virus ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan ekskresi hewan pengerat tersebut.

Beberapa jalur penularan nan diwaspadai antara lain:

  • Percikan air liur tikus.
  • Air seni (urine) tikus.
  • Kotoran tikus nan mencemari lingkungan.
  • Debu nan terkontaminasi partikel kotoran tikus nan kemudian terhirup oleh manusia.

Pesan Kadinkes: "Yang krusial sebetulnya tidak perlu panik, tapi waspada. Jaga pola hidup nan bersih dan sehat untuk mencegah penularan," tegas Ani.

Langkah Pencegahan dan Protokol Kesehatan

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes DKI meminta masyarakat untuk tidak meremehkan kebersihan lingkungan, terutama di area nan berpotensi menjadi sarang tikus. Warga disarankan menggunakan perangkat pelindung diri saat beraktivitas di tempat kotor.

"Kalau kita berada di tempat-tempat nan ada kemungkinan terkontaminasi alias bekerja di tempat-tempat nan kotor dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa pakai masker, mungkin pakai pengaman nan lain, dan sesudahnya cuci tangan," lanjutnya.

Selain penggunaan masker dan rutin mencuci tangan sebelum serta sesudah beraktivitas, Ani menekankan pentingnya pengendalian populasi tikus di lingkungan permukiman sebagai kunci utama memutus rantai penyebaran hantavirus di Jakarta. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia