4 Prajurit BAIS TNI Mau Minta Maaf Secara Langsung ke Andrie Yunus

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Empat personil Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI selaku terdakwa kasus penyiraman air keras menyatakan mau meminta maaf secara langsung kepada aktivis KontraS Andrie Yunus yang hingga sekarang tetap menjalani perawatan intensif di RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Keinginan tersebut disampaikan para Terdakwa saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (13/5).

"Apakah pernah dari satuan Terdakwa mendatangi korban?" tanya pengadil anggota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak tahu," jawab Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi.

"Untuk para Terdakwa, seandainya, tadi sudah ditanya, minta maaf kan tadi satu per satu, minta maaf kepada Panglima, kepada Menhan, Ka BAIS, ke masyarakat Indonesia, kepada korban. Pertanyaan saya, jika sudah alias diberi kesempatan untuk datang alias mendatangi korban dan bisa, mau tidak meminta maaf kepada korban secara langsung?" tanya pengadil personil lagi.

"Siap. Saya bakal meminta maaf secara langsung. Mau," jawab Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko.

"Siap bakal minta maaf," sambung Terdakwa II.

"Siap minta maaf," kata Terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo.

"Siap mau," ucap Terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka.

"Ya itu kelak lah sembari tunggu proses," kata pengadil menutup.

Andrie disiram air keras oleh personil BAIS TNI pada 12 Maret 2026 malam setelah mengisi siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) berjudul "Remiliterisasi & Judicial Review UU TNI".

Kejadian tersebut bertepatan dengan bulan puasa.

Hakim personil lantas menasihati para Terdakwa untuk melakukan introspeksi atas kejahatan nan telah dilakukannya.

"Terdakwa Islam semua? Saat itu bulan apa? Tahu para Terdakwa melakukan perihal ini di bulan Ramadan, ya ini balasannya dari Allah. Seharusnya bulan Ramadan itu cari pahala. Abis Magrib ngaji, tarawih. Habis buka (puasa) malah ngopi. Tarawih enggak saat itu? Ya enggak pasti. Ya ini jawaban buat kalian," semprot pengadil anggota.

Berdasarkan keterangan dari RSCM, Selasa (12/5), aktivitas Andrie Yunus tetap kudu dibatasi.

Andrie saat ini tetap berada dalam pemantauan dan penanganan tim medis multidisiplin nan terdiri dari master ahli bedah plastik rekonstruksi, oftalmologi, psikiatri, serta tenaga kesehatan mengenai lainnya guna memastikan proses pemulihan melangkah optimal dan berkesinambungan.

RSCM menyampaikan berasas pertimbangan medis ahli secara bentuk dan psikologis, Andrie saat ini tetap berada dalam fase pemulihan pascaoperasi lanjutan dan tetap memerlukan pertimbangan berkala terhadap proses pengobatan luka maupun kondisi mata.

"Oleh lantaran itu, aktivitas pasien tetap perlu dibatasi guna mengurangi akibat gangguan proses penyembuhan," ujar Humas RSCM Sylvia melalui keterangan persnya, Selasa (12/5).

(ryn/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional