Ilustrasi(Dok Istimewa)
PANITIA Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menyelesaikan pemberangkatan 40 kloter jemaah haji dari total 43 kloter nan diterima. Kloter terakhir dijadwalkan bertolak besok, 21 Mei 2026, pukul 08.00 Wita.
Secara umum proses melangkah lancar, namun tetap ditemukan 20 bangku pesawat terbuka akibat jemaah tidak istithaah dan sakit, serta 5 orang jemaah dinyatakan wafat sejak awal operasional.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, dalam rilis evaluasi, Rabu (20/5), mengungkapkan bahwa sistem jasa terpadu (one stop service) rata-rata hanya menyantap waktu 2 jam per jemaah.
"Proses penerimaan, pengedaran gelang, kartu nusuk, hingga penyerahan paspor melangkah efektif. Bahkan waktu tunggu pemberangkatan dari pondok haji hingga take off sukses dipangkas dari 7 jam menjadi 5 jam sejak kloter UPG 6," ujarnya.
Namun sejumlah catatan krusial mengemuka. Pemeriksaan kesehatan, terutama bagi wanita usia subur (WUS), tetap menyantap waktu lama dan kudu diperketat menyusul perhatian nasional serta izin Arab Saudi.
Sosialisasi perbekalan kesehatan seperti hand sanitizer nan kemasannya mirip obat batuk juga perlu ditingkatkan.
Dari total kuota, terdapat 20 bangku pesawat nan tidak terisi. Rinciannya 5 orang dinyatakan tidak istithaah, 13 orang sakit dan ditunda di pondok haji, serta 2 orang sakit di daerah.
Sementara itu, tiga jemaah tetap menjalani perawatan, ialah Nurhayati Laraufe (eks Kloter 21) direncanakan berasosiasi ke Kloter terakhir, sedangkan Mare Petta Baba (eks Kloter 23) dan M. Basir Djalang (eks Kloter 35) tetap dirawat di rumah sakit.
PPIH menyoroti perlunya pertimbangan ketat terhadap pemeriksaan kesehatan di daerah, khususnya untuk kasus demensia nan dinilai tidak memenuhi syarat istithaah sejak awal.
Hingga hari ini, tercatat 5 jemaah haji Embarkasi Makassar meninggal dunia. Satu orang wafat di embarkasi (RS Wahidin, Makassar), sementara empat lainnya wafat di Arab Saudi, masing-masing di Madinah, Mekkah, dan rumah sakit setempat.D
aftar jemaah wafat, Syamsuddin Puang Launang (Kloter 19, Mamuju), wafat di RS Wahidin, Makassar, Nursidah Sinrang Sijarra (Kloter 5, Gowa), wafat di RS Al Haram, Madinah, Siti Totou Umar (Kloter 15, Ternate), wafat di hotel Madinah, dan Camming Saide Sakka (Kloter 3, Bone), wafat di RS Mouwasat, Madinah, serta Pinta Latif Abd. Latif (Kloter 8, Pinrang) wafat di Masjidil Haram, Mekkah.
*Layanan Lansia dan Keamanan Jadi Sorotan Positif*
Meski ada kendala, jasa prioritas bagi lansia dan pengguna bangku roda melangkah baik. Administrasi one stop service didahulukan bagi mereka, dan proses boarding diatur agar lansia tidak lama berada di bus. Seremonial pelepasan dibatasi maksimal 10 menit untuk efisiensi.
Proses Mecca Route di airport melangkah lancar sekitar 1 jam 20 menit, dan rata-rata pesawat berangkat tepat waktu apalagi lebih awal dari jadwal. Bidang keamanan dinilai ahli dalam mengamankan pondok haji.
PPIH mengapresiasi kerja sama seluruh lembaga mengenai dan meminta bagian akomodasi terus memerhatikan kesiapan air, kondisi AC, serta kebersihan lingkungan di Arab Saudi. "Secara umum semua proses melangkah baik dan lancar berkah sinergi luar biasa," tutup Ikbal Ismail. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·