Latihan Fisik Wajib untuk Calon Jamaah Haji.(Antara)
MENYAMBUT haji, ketahanan bentuk menjadi kunci utama agar rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan optimal. Dokter ahli kedokteran olahraga, Andi Kurniawan (Sp.KO), menekankan pentingnya latihan bentuk nan matang agar calon jemaah haji bisa memperkuat dalam kondisi ekstrem di Tanah Suci.
"Ibadah haji menuntut stamina luar biasa, dengan jamaah diperkirakan melangkah antara 5 hingga 15 kilometer per hari di suhu nan sangat panas. Persiapan bentuk pun tak boleh dianggap sepele," ujar Andi, nan merupakan lulusan Universitas Indonesia, dilansir dari Antara, Kamis (9/4).
1. Latihan Aerobik untuk Meningkatkan Ketahanan Jantung
Sebelum berangkat, Andi menganjurkan calon jemaah haji melakukan latihan aerobik intensitas sedang, seperti jalan cepat, selama 30 hingga 60 menit, 3 hingga 5 kali dalam seminggu. Latihan ini membantu meningkatkan kapabilitas tubuh dalam menyerap oksigen dan memperkuat sistem kardiovaskular, nan krusial untuk kelancaran ibadah haji.
2. Penguatan Otot Kaki untuk Tahan Lama Saat Berjalan
Ibadah haji melibatkan banyak berjalan, terutama saat sa'i antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah serta tawaf keliling Ka'bah. Oleh lantaran itu, Andi menekankan pentingnya latihan kekuatan nan difokuskan pada otot kaki, terutama otot paha depan, paha belakang, dan betis. Latihan seperti squat dan lunges adalah pilihan tepat untuk mempersiapkan tubuh menghadapi tekanan bentuk selama ibadah.
3. Simulasi Ibadah untuk Mencegah Cedera
Andi menyarankan untuk melakukan simulasi ibadah dengan melangkah menggunakan dasar kaki nan bakal dipakai selama haji. Latihan ini tidak hanya membantu tubuh beradaptasi dengan sepatu alias sandal, tetapi juga mencegah cedera, seperti lecet, nan sering dialami jamaah haji saat beribadah.
4. Jaga Asupan Cairan dan Energi
Kondisi cuaca panas nan ekstrem di Tanah Suci memperbesar akibat dehidrasi. Andi mengingatkan untuk tidak menunggu rasa haus, melainkan minum sekitar 200 hingga 300 ml air setiap jam saat beraktivitas.
Selain itu, asupan makanan nan kaya karbohidrat kompleks, seperti nasi merah dan gandum, serta sumber protein nan baik untuk pemulihan otot, sangat disarankan.
5. Istirahat Cukup di Antara Aktivitas Ibadah
Selain berfokus pada latihan fisik, Andi juga mengingatkan jamaah haji untuk mengatur ritme aktivitas mereka di Tanah Suci. Setelah aktivitas ibadah inti, sangat krusial untuk menghemat daya dan beristirahat di tempat nan sejuk agar tidak kelelahan akibat suhu nan terik.
Persiapkan tubuh dengan matang agar ibadah haji bisa dijalani dengan lancar, penuh khusyuk, dan tanpa gangguan bentuk nan berarti. Latihan bentuk nan tepat bakal memastikan perjalanan spiritual ini dapat dilalui dengan kekuatan dan ketahanan tubuh nan optimal. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·