5 Makanan dan Minuman yang Bisa Merusak Otak

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

5 Makanan dan Minuman nan Bisa Merusak Otak

5 Makanan dan Minuman nan Bisa Merusak Otak (Foto: Freepik)

JAKARTA - Otak adalah organ paling kompleks di tubuh manusia nan memerlukan nutrisi spesifik agar tetap berfaedah optimal dalam berpikir, memori, suasana hati, dan proses belajar. Meski banyak makanan nan dapat mendukung kesehatan otak, ada juga sejumlah makanan dan minuman nan sebaiknya dibatasi alias dihindari lantaran dapat berakibat negatif pada kegunaan kognitif jangka panjang.

Berikut ini adalah lima jenis makanan dan minuman nan dianggap paling jelek untuk kesehatan otak:

Alkohol

Minuman beralkohol dapat mengganggu langkah kerja sel otak dan jalur komunikasi antarneuron, terutama pada area nan bertanggung jawab terhadap memori dan pengendalian emosi. Alkohol memengaruhi neurotransmiter di otak, sehingga dapat menyebabkan gangguan memori, suasana hati nan tidak stabil, serta penurunan keahlian pengambilan keputusan.

Dampak ini tidak hanya terjadi pada peminum berat saja. Bahkan konsumsi ringan hingga sedang pun dapat menyebabkan penurunan kegunaan hippocampus, bagian otak nan berkedudukan krusial dalam memori.

Ikan nan Mengandung Merkuri Tinggi

Beberapa jenis ikan laut besar, seperti tuna dan makarel, condong mengandung merkuri dalam kadar tinggi. Logam berat ini dapat masuk ke dalam sistem saraf dan mengganggu kegunaan otak.

Merkuri dikenal sebagai neurotoksin nan berpotensi merusak sistem saraf pusat, terutama pada golongan rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, lantaran paparannya dapat mengganggu perkembangan otak janin dan keahlian kognitif.

Gula dan Pemanis Buatan

Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan perubahan daya nan berpengaruh pada suasana hati dan tingkat kelelahan. Sementara itu, pemanis buatan nan terdapat pada minuman diet dan makanan rendah kalori juga dikaitkan dengan penurunan kesehatan otak, termasuk peningkatan akibat penurunan kegunaan kognitif, stroke, dan demensia jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu panjang.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com