Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama nan Jarang Disadari.(Freepik)
LEBIH dari separuh masyarakat modern menghabiskan waktu duduk lebih dari enam jam setiap hari. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya terhadap kesehatan bisa sangat serius.
Saat duduk, tubuh membakar energi jauh lebih sedikit dibanding saat berdiri alias bergerak. Kondisi ini berangkaian dengan gangguan metabolisme, seperti peningkatan tekanan darah, kadar gula tinggi, hingga risiko penyakit jantung dan kanker. Bahkan, duduk terlalu lama juga dikaitkan dengan peningkatan akibat kematian dini.
Berikut tujuh tanda tubuh mengalami akibat dari kebiasaan duduk berlebihan:
1. Pembengkakan Kaki dan Tungkai
Duduk terlalu lama dapat menyebabkan penumpukan cairan di kaki (edema). Dalam kasus ekstrem, kondisi ini bisa memicu pembekuan darah.
Penumpukan cairan juga dapat beranjak ke bagian tubuh atas, meningkatkan tekanan darah, mengganggu pernapasan, hingga kualitas tidur.
2. Nyeri Pinggul dan Punggung
Tekanan terus-menerus pada area panggul saat duduk dapat memicu nyeri di pinggul dan punggung bawah. Posisi duduk nan jelek juga memperparah tekanan pada saraf, otot, dan tulang belakang.
3. Kenaikan Berat Badan
Kurangnya aktivitas bentuk membikin pembakaran kalori menurun drastis. Akibatnya, akibat kenaikan berat badan hingga obesitas menjadi lebih tinggi.
4. Postur Tubuh Membungkuk
Duduk lama, terutama dengan posisi tidak ergonomis, dapat melemahkan otot inti dan punggung atas. Akibatnya, tubuh condong membungkuk dengan bahu turun dan kepala maju ke depan.
5. Melemahnya Otot Kaki dan Bokong
Jarangnya penggunaan otot tubuh bagian bawah membikin kekuatan dan stabilitas tubuh menurun. Dalam jangka panjang, perihal ini dapat memengaruhi mobilitas.
6. Varises dan Gumpalan Darah
Sirkulasi darah nan tersendat saat duduk lama dapat menyebabkan kaki pegal, lelah, hingga varises. Dalam kondisi serius, dapat terjadi trombosis vena dalam (DVT), ialah pembekuan darah di kaki alias paha.
7. Kelelahan Mental
Kurangnya aliran darah ke otak saat duduk terlalu lama dapat menurunkan daya dan konsentrasi. Bahkan, kondisi ini juga berangkaian dengan meningkatnya akibat kekhawatiran dan depresi.
Cara Mengurangi Risiko Duduk Terlalu Lama
Penelitian menunjukkan bahwa duduk lebih dari delapan jam tanpa aktivitas bentuk mempunyai akibat kesehatan setara dengan obesitas dan merokok. Namun, akibat ini bisa ditekan dengan aktivitas bentuk selama 60-75 menit per hari.
Beberapa langkah sederhana nan bisa dilakukan:
- Bergerak ringan setiap 30 menit selama 1-2 menit
- Berdiri saat menonton TV alias menerima telepon
- Melakukan peregangan ringan di sela aktivitas
- Menggunakan meja kerja berdiri (standing desk)
Pada dasarnya, setiap aktivitas mini memberikan manfaat. Aktivitas bentuk tidak hanya membantu membakar kalori, tetapi juga memperkuat otot dan menjaga kesehatan mental. (Mayo Clinic, Healthshots/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·