7 Makanan Tinggi Purin yang Wajib Dihindari Penderita Asam Urat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
7 Makanan Tinggi Purin nan Wajib Dihindari Penderita Asam Urat Ilustrasi(Magnific.com)

Asam urat adalah produk limbah alami nan dihasilkan tubuh saat memecah unsur berjulukan purin. Dalam kondisi normal, masam urat larut dalam darah, melewati ginjal, dan keluar melalui urine. Namun, jika Anda mengonsumsi terlalu banyak makanan tinggi purin alias ginjal tidak bisa membuangnya dengan cepat, masam urat bakal menumpuk dan membentuk kristal tajam seperti jarum di persendian. Kondisi inilah nan memicu serangan nyeri hebat, pembengkakan, dan kemerahan nan dikenal sebagai gout.

Mengelola pola makan adalah pilar utama dalam menjaga kadar masam urat tetap stabil.

Berikut adalah 7 jenis makanan dan minuman dengan kandungan purin tertinggi nan wajib Anda waspadai untuk mencegah kekambuhan:

  1. Jeroan Hewan (Organ Meats)

    Jeroan seperti hati, ginjal, jantung, limpa, dan otak menempati urutan teratas dalam daftar makanan tinggi purin. Mengonsumsi jeroan dapat menyebabkan lonjakan kadar masam urat secara drastis dalam waktu singkat. Bagi penderita masam urat kronis, makanan ini sebaiknya dihindari sepenuhnya lantaran konsentrasi purinnya nan sangat pekat dibandingkan bagian daging lainnya.

  2. Seafood Tertentu (Kerang, Udang, dan Sarden)

    Meskipun ikan umumnya sehat, beberapa jenis makanan laut mengandung purin nan sangat tinggi. Udang, kepiting, kerang, tiram, serta ikan mini seperti sarden, anchovy (ikan teri), dan makarel kudu dibatasi alias dihindari. Jika mau mengonsumsi ikan, pilihlah jenis nan mempunyai kadar purin lebih rendah seperti ikan salmon dalam porsi nan terkontrol.

  3. Daging Merah (Sapi, Kambing, dan Domba)

    Daging merah mengandung purin dalam jumlah sedang hingga tinggi. Mengonsumsi steak alias sate kambing secara berlebihan dapat meningkatkan akibat serangan gout. Jika Anda tetap mau mengonsumsi daging merah, batasi porsinya tidak lebih dari 100 gram per hari dan pilihlah potongan nan paling sedikit lemaknya.

  4. Minuman Beralkohol, Terutama Bir

    Bir adalah "musuh utama" bagi penderita masam urat. Bir tidak hanya mengandung alkohol nan menghalang pengeluaran masam urat oleh ginjal, tetapi juga mengandung ragi nan kaya bakal purin. Kombinasi ini membikin bir jauh lebih rawan dibandingkan jenis minuman beralkohol lainnya dalam perihal memicu serangan nyeri sendi.

  5. Makanan dan Minuman Tinggi Fruktosa

    Fruktosa adalah satu-satunya jenis gula nan diketahui secara langsung meningkatkan produksi masam urat. Saat tubuh memecah fruktosa, unsur ini melepaskan purin. Hindari minuman ringan (soda), saribuah buah kemasan, dan makanan manis nan mengandung high-fructose corn syrup (sirup jagung tinggi fruktosa) untuk menjaga sendi Anda tetap aman.

  6. Daging Olahan (Sosis, Ham, dan Kornet)

    Daging olahan sering kali mengandung campuran lemak, unsur pengawet, dan ekstrak daging nan meningkatkan kadar purinnya. Selain itu, kandungan garam nan tinggi pada daging olahan dapat memengaruhi kegunaan ginjal dalam menyaring masam urat. Mengganti daging olahan dengan protein nabati adalah langkah nan jauh lebih bijak.

  7. Ekstrak Daging dan Kaldu Kental

    Banyak orang tidak menyadari bahwa kaldu daging nan dimasak lama (seperti pada sup kental, soto, alias kuah bakso) mengandung purin nan terlarut dari daging. Ekstrak daging dalam corak kaldu instan alias saus kental (gravy) juga mempunyai konsentrasi purin nan tinggi dan dapat memicu peradangan jika dikonsumsi secara rutin.

Practical Checklist: Manajemen Diet Asam Urat

[ ] Minum minimal 2-3 liter air putih sehari untuk membantu ginjal membuang masam urat.

[ ] Batasi asupan protein hewani maksimal 150 gram per hari.

[ ] Perbanyak konsumsi sayuran (meskipun tinggi purin (seperti bayam alias jamur), lantaran purin nabati terbukti lebih kondusif bagi penderita gout.

[ ] Konsumsi buah ceri alias produk olahan ceri nan diketahui mempunyai sifat anti-inflamasi alami.

[ ] Hindari penggunaan pemanis buatan alias sirup jagung dalam masakan harian.

[ ] Lakukan pengecekan kadar masam urat secara rutin minimal satu bulan sekali untuk memantau efektivitas diet.

Menghindari makanan tinggi purin bukan berfaedah Anda kehilangan selera makan. Dengan mengganti jeroan dan daging merah dengan protein nan lebih kondusif seperti telur, kacang-kacangan, dan ikan rendah purin, Anda dapat tetap menikmati hidangan lezat tanpa kudu menderita nyeri sendi nan menyiksa. Kedisiplinan dalam memilih apa nan masuk ke piring adalah kunci utama kebebasan bergerak di masa tua. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia