Seorang personil Pasukan Garuda menggendong anaknya sebelum diberangkatkan di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (13/12). Ratusan personil TNI tersebut bakal diberangkatkan ke Libanon untuk misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Ba(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/ama/15.)
ANGGOTA Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperketat pasokan info intelijen serta menyiapkan mitigasi akibat nan terukur menjelang pengiriman ratusan prajurit ke Libanon. Adapun, 780 prajurit TNI direncanakan untuk berasosiasi dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada akhir bulan ini.
Amelia menegaskan, Komisi I mendukung penuh komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian bumi di bawah bendera PBB. Namun, dia mengingatkan agar tragedi gugurnya prajurit TNI pada misi sebelumnya tidak boleh terulang kembali.
“Kami di Komisi I DPR RI mendukung langkah pemerintah, terutama Kementerian Pertahanan dan TNI, untuk terlibat dalam misi-misi perdamaian bumi nan dilakukan oleh PBB. Namun, ini penting, lantaran jangan sampai peristiwa nan beberapa bulan lampau terjadi lagi dan menimpa prajurit kita nan sedang melaksanakan misi perdamaian,” ujar Amelia dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini meminta TNI memastikan seluruh personel dibekali dengan patokan pelibatan (rules of engagement), prosedur perlindungan pasukan (force protection), serta keahlian menghadapi ancaman serangan asimetris di lapangan.
Selain kesiapan bentuk dan taktis, Amelia menjabarkan aspek krusial lain nan kudu dipenuhi secara matang sebelum keberangkatan, meliputi kekuatan alutsista, agunan support logistik, hingga skenario pemindahan darurat (kontingensi) jika eskalasi bentrok di perbatasan Israel-Libanon mendadak memburuk.
“Dinamika keamanan di wilayah tersebut tetap sangat fluktuatif, sehingga memerlukan pengawasan serta pertimbangan berkala terhadap tingkat ancaman di lapangan,” tambah Amelia.
Rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ini sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono. Pemerintah menjadwalkan ratusan personel TNI tersebut bakal bertolak menuju wilayah operasi pada pekan depan.
“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya (sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” ungkap Sugiono usai agenda pernyataan pers berbareng antara Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·