Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Sabtu, 23 Mei 2026 |18:29 WIB

9 WNI nan Ditangkap Israel Telah Bebas
JAKARTA - Militer Israel memperlakukan 428 aktivis kemanusiaan pro-Palestina dari beragam negara nan tergabung dalam Global Sumud Flotilla secara tidak manusiawi. Mereka ditangkap berbareng 9 WNI di perairan internasional menuju Gaza saat menembus blokade militer Zionis Israel.
Bahkan, Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir mengunggah video nan memperlihatkan militer Israel memaksa personil flotilla nan ditahan untuk bertimpuh menghadap ke bawah dengan tangan terikat.
Ben Gvir terlihat dalam rekaman sembari mengibarkan bendera Israel dan melontarkan pernyataan provokatif kepada para aktivis.
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Kiai Abdussalam Shohib (Gus Salam) mengatakan, dalam norma humaniter internasional, misi kemanusiaan Sumud Flotilla adalah sipil nan kudu dilindungi.
‘’Dilarang keras diserang, diintimidasi, alias dijadikan tawanan. Bahkan dalam konvensi Jenewa, misi kemanusiaan kudu diizinkan,’’ ujar Gus Salam, Sabtu (23/5/2026).
Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Bisri Syansuri ini melanjutkan, bahwa aspek kemanusiaan kudu diutamakan dari ketentuan dan batas nan wajib dilakukan seseorang.
“Ketika sedang menjalankan sholat wajib saja boleh dibatalkan, apalagi wajib dibatalkan jika kondisi darurat untuk menyelamatkan manusia,” ujarnya.
Gus Salam meragukan zionis Israel mau mengubah dirinya untuk tunduk dan alim pada norma internasional.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·