Ade Armando: Saya Dengar Ada Suara di PSI Saya Harus Dikeluarkan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pegiat media sosial sekaligus mantan politikus PSI, Ade Armando mulai blak-blakan soal argumen pengunduran dirinya dari partai menyusul kasus hukumnya atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.

Ade telah resmi mundur dari partai ketua Kaesang Pangarep itu pada 5 Mei lampau lewat bertemu pers di instansi DPP PSI, Jakarta. Kala itu, dia menyebut pelaporan terhadap dirinya atas dugaan ujaran kebencian telah menyeret PSI terlalu jauh dan bisa menghalang elektabilitas menghadapi Pemilu 2029.

Namun, dalam wawancara siniar di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking pada Senin (11/5), Ade mengungkap kebenaran lain. Dia menyebut, sejak lama, memang ada pihak di internal PSI nan mendesak agar dirinya dikeluarkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Anda bilang ada enggak tekanan gitu ya. Sebetulnya, saya udah dengar suara-suara di dalam PSI nan mengatakan bahwa saya kudu diberhentikan, dikeluarkan," ujar Ade.

Ade telah mengizinkan wawancaranya untuk dikutip. Dalam pengakuannya, Ade menyebut ada pihak di internal partai nan menilai keberadaannya di PSI mengganggu re-branding partai tersebut, meski dia mengaku belum memahami sepenuhnya maksud gambaran baru PSI.

Namun, Ade misalnya mencontohkan, keberadaanya di PSI sekarang membikin partai dengan logo baru Gajah itu susah diterima pemilih muslim. Dia mengaku telah mendengar bisikan dirinya tak lagi diterima.

Meski hingga kini, kata Ade, belum ada pihak nan berbincang langsung dan meminta agar dirinya keluar dari partai.

"Nah itu dikatakan bahwa saya sebaiknya tidak lagi berada di PSI. Itu saya sudah dengar walaupun belum ada orang nan ngomong langsung ke saya," kata Ade.

Di luar itu, dia menyebut PSI sekarang mulai mengalami perubahan demi memperbaiki elektabilitas partai untuk masuk parlemen. Padahal, di luar kasusnya, dia meyakini PSI bakal masuk parlemen dengan support Presiden ketujuh RI, Joko Widodo.

"Yang perlu dilakukan adalah menggunakan kekuatan Pak Jokowi itu untuk menarik para pendukung Jokowi untuk melirik dan mendukung PSI. Di situ nan mesti kita lakukan," katanya.

Ade menilai perubahan PSI lewat re-branding baru partai, telah meninggalkan nilai-nilai lama seperti pluralisme dan penghargaan terhadap kebhinekaan. Dia menyebut sejumlah kader baru partai untuk menggaet pemilih baru telah jauh di luar koridor.

"Masalahnya itu ditafsirkan dengan langkah begini, pokoknya begitu ada keributan dengan golongan nan menyebut mereka golongan Islam ini kudu langsung ditanggapi tapi dengan tidak langkah nan elegan," kata Ade.

Dalam kasus hukumnya, Ade menyontohkan, respons PSI alias pihak luar nan menyebut dirinya mengadu domba tidak masuk akal. Padahal, dia hanya menyampaikan kritik terhadap pernyataan Jusuf Kalla dalam pidato di UGM.

Menurut Ade, kasus tersebut menjadi puncak gunung es agar dirinya mundur dari partai, lantaran bakal menghalang partai meraih bunyi pemilih Islam.

"Saya tidak mau menyalahkan. Tapi ketika itu, PSI sendiri tidak mendukung saya jadinya. Karena tadi saya katakan, saya sudah dengar ada kalimat-kalimat Ade Armando mengganggu sekali, udah dilepasin aja," kata Ade.

Merespons itu, Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus mengingatkan Ade bahwa sekarang bukan lagi menjadi bagian dari partai. Sehingga, proses norma terhadap dia sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.

Sementara, mengenai partai, Bestari menyebut bahwa Ade pasca Kongres terakhir di Solo tak pernah dilibatkan dalam aktivitas kepengurusan internal. Dia menyebut Ade hanya pengurus biasa.

"Menjadi krusial untuk diketahui masyarakat umum juga bahwa armando tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan PSI pasca kongres Solo. Sekedar personil biasa nan kebetulan pernah diberi kesempatan untuk jadi Caleg PSI," ujarnya.

Bestari menyebut Ade sudah terlalu jauh masuk ke ruang nan tak pernah menjadi urusannya. Dia pun mengingatkan Ade agar mulai berintrospeksi diri.

"Ketimbang itu, ada baiknya kerabat ade armando introspeksi diri dan menata diri sendiri dan tidak turut kombinasi mengurusi lembaga PSI dari sini dan ke depan," ujar Bestari.

(thr/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional