
Pelatih Chelsea, Xabi Alonso. (Foto: UEFA)
LONDON – Keputusan Chelsea untuk menunjuk Xabi Alonso sebagai pembimbing baru mereka mulai 1 Juli 2026 tidak hanya menjadi panggung pembuktian strategi sang mentor, melainkan juga sebuah lompatan finansial nan luar biasa. Kontrak berdurasi empat tahun hingga Juni 2030 nan disodorkan oleh Todd Boehly dan Clearlake Capital di Stamford Bridge ini seketika mengubah peta pendapatan mantan gelandang Real Madrid tersebut dalam jejeran pembimbing elite dunia.
1. Gaji Besar di Chelsea
Sebelum resmi dipinang oleh The Blues, penghasilan Xabi Alonso saat menukangi Real Madrid berada di kisaran nomor 7 juta hingga 9 juta euro (sekira Rp148 miliar) per musim. Angka tersebut sebenarnya sudah naik signifikan jika dibandingkan dengan pendapatannya semasa melatih Bayer Leverkusen nan hanya menyentuh 5 juta hingga 6 juta euro per tahun.
Saat melatih Los Blancos –julukan Madrid, Alonso tercatat mengantongi pendapatan bulanan di kisaran Rp12,3 miliar. Namun, nominal tersebut langsung terasa kerdil begitu Chelsea datang menyodorkan proposal baru demi memuluskan proyek pembangunan ulang tim pasca-kekalahan di final Piala FA 2025-2026 dari Manchester City, Sabtu 16 Mei 2026 kemarin.
Manajemen raksasa London Barat tersebut berani bayar mahal klausul pembimbing dambaan mereka dengan penghasilan pokok dahsyat mencapai 11,5 juta poundsterling (Rp234 miliar) per tahun.
Jika ditambah dengan bingkisan performa seperti sasaran lolos empat besar alias trofi domestik nan berbobot hingga 3,5 juta poundsterling, Alonso sekarang sah bertengger di daftar empat besar manajer dengan penghasilan tertinggi di Liga Inggris.
Xabi Alonso
2. Makin Tajir
Melonjaknya pendapatan Alonso di Liga Inggris otomatis kian mempertebal total kekayaan bersih (net worth) miliknya nan saat ini diperkirakan sudah menembus nomor 45 juta hingga 60 milar dolar Amerika.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·