Ahli Yakin Robot Tempur Bakal Dikerahkan di Perang AS dan Iran

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

loading...

Ahli Yakin Robot Tempur Bakal Dikerahkan di Perang AS dan Iran. FOTO/123 RF

TEHERAN - Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi militer telah mengalami kemajuan nan luar biasa, khususnya dengan pergeseran nan kuat menuju pengembangan robot militer nan terintegrasi dengan kepintaran buatan (AI).

Terobosan dalam persenjataan berteknologi tinggi telah secara esensial mengubah metode peperangan, struktur organisasi pasukan, serta struktur senjata dan peralatan.

Dalam konteks ini, Vietnam secara proaktif memahami, menerapkan, dan mengembangkan teknologimiliteryang sesuai dengan kondisi praktisnya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan tentara modern dan memihak Tanah Air.

Trenperkembangan robot militerdi seluruh dunia. Dalam konteks peperangan modern, robot militer secara esensial mengubah keseimbangan kekuatan antara negara dan sektor militer di seluruh dunia.

Menurut riset Mordor Intelligence, pasar robot militer diperkirakanmencapaiUSD24,37 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan mmencapaiUSD34,12 miliar pada tahun 2029, tumbuh dengan CAGR sebesar6,97% selama periode perkiraan (2024-2029).

Dengan kemauan untuk menguasai teknologi robotika militer dan memperoleh kelebihan strategis di medan perang, lebih dari 50 negara telah menerapkan program senjata terintegrasi AI.

Di antara mereka, AS, Rusia, dan Tiongkok memimpin dengan proyek-proyek di bagian UAV tempur otonom, tank tanpa awak, dan sistem pertahanan cerdas.

Menjelaskan kenapa negara-negara di seluruh bumi meningkatkan penelitian tentang robot militer, Kolonel Tran Quoc Viet, Kepala Departemen Personel Militer, Biro Perang Elektronik, Staf Umum Tentara Rakyat Vietnam, berbagi:

"Robot militer telah dan sedang memenuhi kebutuhan pengembangan teknologi negara-negara maju, terutama negara-negara nan beriktikad melakukan invasi alias pendudukan. Pada saat nan sama, mempromosikan penelitian tentang robot militer juga berkontribusi untuk melindungi kedaulatan nasional negara-negara tersebut."

Kolonel Tran Quoc Viet, Kepala Departemen Personel Militer, Biro Perang Elektronik, Staf Umum Tentara Rakyat Vietnam (Informasi diberikan oleh pihak nan bersangkutan)

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews