Ahmad Ali: PSI Tak Punya Urusan dengan Pelaporan Terhadap Pak JK

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Solo, CNN Indonesia --

Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali angkat bicara soal Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) nan dilaporkan atas dugaan penistaan agama. Laporan tersebut disampaikan salah satu kader PSI, Sahat Martin Philip Sinurat ke Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Ahmad Ali mengakui Sahat adalah Ketua Bidang Politik di PSI. Namun dia menegaskan PSI tidak ikut kombinasi dalam pelaporan tersebut.

"PSI tidak punya urusan dengan pelaporan-pelaporan terhadap Pak Jusuf Kalla," kata Ahmad Ali usai menemui Presiden ke-7, Joko Widodo di kediaman Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menjadi pengurus di PSI, Sahat juga menjadi Ketua Umum Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Sahat, kata Ahmad Ali, melaporkan JK sesuai aspirasi organisasi Kristen tersebut.

"Kalau kemudian GAMKI merasa kecewa lantaran kesalahpahaman umpamanya atas pernyataan Pak JK ya wajar lantaran GAMKI ini organisasi Kristen," kata Ahmad Ali.

Di sisi lain, Ahmad Ali dan JK sama-sama menjadi pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI). JK menjabat Ketua Umum, dan Ahmad Ali menjadi Ketua Pimpinan Wilayah Sulawesi Tengah.

Ia mengaku bakal berupaya memediasi sengketa antara Sahat dengan JK nan tengah melangkah di Polda Metro Jaya.

"Sahat adik saya, Pak JK adalah kakak saya. Insyaallah saya bakal berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mempertemukan ini untuk memediasi ini sehingga kemudian keriuhan ini bisa selesai," kata dia.

Sebelumnya, JK dilaporkan oleh sejumlah pihak ke kepolisian mengenai dugaan penistaan agama.

Salah satunya, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat nan melaporkan JK ke Polda Metro Jaya.

Pelaporan itu dilakukan GAMKI dan sejumlah organisasi lainnya terhadap pidato nan disampaikan JK di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026 lalu.

Dalam keterangannya, DPP GAMKI mengutip pernyataan JK nan dinilai kontroversial. Pernyataan itu menyinggung bentrok di Poso dan Ambon pada awal 2000-an.

"Kenapa kepercayaan mudah menjadi argumen bentrok kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen beranggapan meninggal alias menewaskan orang alias mematikan itu syahid. Saat bentrok berjalan kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya meninggal pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti," bunyi pernyataan JK nan dipersoalkan DPP GAMKI.

(syd/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional