Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) berbicang dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seusai menyampaikan keterangan pers mengenai kebijakan transportasi dan bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta, Senin (6/4/2026).(MI/Usman Iskandar.)
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pemangkasan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh Bank Dunia perihal nan wajar. Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen.
Menurut Airlangga, selain Indonesia negara-negara lain di area juga mengalami perihal serupa.
"Dengan situasi perang kan, ya mereka semua menurunkan (proyeksi) di beragam wilayah," ujar Airlagga di Jakarta, Kamis (9/4).
Airlangga menilai proyeksi nan dibuat Bank Dunia tetap optimistis. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas rata-rata global.
Adapun pertumbuhan dunia rata-rata sebesar 3,4 persen. Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia baru bakal terlihat di kuartal I tahun 2026.
Selain itu, dia percaya Bank Dunia mempunyai metodologi sendiri ketika menyusun laporan proyeksi ekonomi.
Indonesia, sambung dia, terbuka untuk info tanpa melakukan intervensi terhadap lembaga tersebut.
"Kan mereka punya perkiraan sendiri. Tapi kan dalam beragam perihal kita sering hasilnya lebih baik daripada prediksi mereka," ucap dia.
Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update jenis April 2026 menjadi 4,7 persen pada 2026. Proyeksi ini lebih rendah dari Oktober 2025 sebesar 4,8 persen. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·