Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |17:16 WIB

Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan perkembangan terbaru mengenai kesepakatan jual beli antara Indonesia dan Amerika Serikat. Airlangga menegaskan bahwa seluruh proses negosiasi secara substansi telah selesai dan saat ini hanya menyisakan tahap penyelarasan naskah norma (legal drafting).
Langkah selanjutnya adalah penandatanganan resmi nan jadwalnya tengah disesuaikan dengan agenda pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.
"Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting. Dan berikutnya tinggal menunggu agenda nan bakal ditentukan, agenda berbareng antara Bapak Presiden (Prabowo) dan Presiden Trump," ujar Airlangga di Sentul, Senin (2/2/2026).
Meski negosiasi telah rampung, pemerintah belum bisa membeberkan nilai investasi alias poin-poin untung ekonomi nan didapatkan Indonesia. Airlangga menjelaskan bahwa kedua belah pihak tetap terikat perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement).
"Dapetnya belum. Nanti belum, lantaran kita tetap ada Non-Disclosure Agreement. Baru di-disclose sesudah ditandatangani," jelasnya.
Terkait mundurnya agenda pertemuan dari rencana awal, Airlangga mengungkapkan bahwa dinamika agenda internasional, termasuk penandatanganan kesepakatan perdamaian bumi (Board of Peace), menjadi argumen utama pergeseran tersebut.
Airlangga juga menepis dugaan bahwa kesepakatan tenteram tersebut mengenai langsung dengan negosiasi tarif jual beli dengan AS, meskipun dia mengakui bahwa rumor perdamaian menjadi prioritas dunia saat ini.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·