Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |16:58 WIB

IHSG (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menanggapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nan tetap berada di area merah pada perdagangan Senin (2/2/2026). Meski indeks melemah, Airlangga menyoroti adanya arus modal masuk bersih (net inflow) dari penanammodal asing sebagai sinyal positif kembalinya kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Menurutnya, tekanan jual nan terjadi saat ini lebih disebabkan oleh kepanikan penanammodal ritel alias kejadian Fear of Missing Out (FOMO) mengenai rencana pengetatan izin free float.
"IHSG pertama kita lihat terjadi net inflow asing. Net inflow asing berfaedah kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada. Tetapi kami lihat saham-saham nan potensi tidak likuid, itu jika di pasar modal kan investor-investor banyak nan ikut, nan kita sering sebut fear of missing out," ujar Airlangga di Sentul, Senin (2/2/2026).
Airlangga menjelaskan bahwa banyak penanammodal condong melepas kepemilikan mereka pada saham-saham nan dianggap kurang transparan alias "saham olahan". Hal ini merupakan respon atas kebijakan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nan mewajibkan emiten meningkatkan pemisah minimum saham publik (free float) menjadi 15 persen.
Meskipun saham-saham tersebut mengalami tekanan, Airlangga mencatat bahwa saham dengan esensial kuat justru menunjukkan performa nan berlawanan.
"Nah fear of missing out ini terjadi dari penanammodal nan berpikir bahwa saham-saham nan sekarang mereka invest itu termasuk nan saham kita sebut saham olahan. Sehingga itu kelak bakal terkena izin nan kudu naik free float-nya ke 15 persen. Sehingga dengan demikian mereka melepas saat sekarang. Tetapi jika kita lihat saham-saham nan fundamentalnya bagus juga ada naik," ungkapnya.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·