Airlangga Ungkap Respons Pengusaha soal Ekspor SDA Satu Pintu Lewat BUMN DSI

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut patokan ekspor sumber daya alam (SDA) melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah disosialisasikan kepada pengusaha. Ia menyatakan pengusaha merespons positif patokan tersebut.

Airlangga mengatakan, asosiasi pengusaha telah memahami patokan tersebut. Saat ini, para pelaku upaya juga mempersiapkan diri untuk mengimplementasikan ketentuan itu.

"Responsnya positif. Jadi, para asosiasi memahami dan mempersiapkan untuk implementasi," ungkap Airlangga di Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/52026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airlangga mengatakan, asosiasi pengusaha meminta transparansi dan kejelasan dari pemerintah mengenai badan pengelola ekspor tersebut. BUMN nan bakal mengelola ekspor SDA mengenai adalah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

"Yang mereka minta (asosiasi), tentu transparansinya, kejelasan dari badan pengaturan BUMN nan baru," terangnya.

Airlangga menambahkan, kemungkinan DSI berkantor di Wisma Danantara. Sementara, argumen pemilihan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama DSI, kata Airlangga, diputuskan internal Danantara.

"Itu di Danantara kan kantornya besar. Nanti kita lihat (DSI berkantor)," pungkasnya.

Sebagai informasi, DSI merupakan entitas perusahaan nan bakal mengatur tata kelola ekspor komoditas SDA. Pembentukannya menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

PP ini dibentuk dengan tujuan memperkuat pengawasan ekspor, mencegah praktik manipulasi seperti under invoicing dan transfer pricing, serta menekan pelarian devisa hasil ekspor (DHE). Lewat kebijakan ini, ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga fero alloy wajib dilakukan melalui BUMN nan ditunjuk pemerintah.

(ahi/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance