Korban akibat terseret banjir di Kota Semarang bagian barat Jumat (15/5) malam sedang dievakuasi(Akhmad Safuan/MI)
DUA orang menjadi korban banjir nan melanda Kota Semarang, Jumat (15/5) malam. Hingga Sabtu (16/5) pagi, tercatat dua orang wanita ditemukan meninggal bumi setelah terseret arus banjir Semarang bagian barat.
Korban kedua ditemukan oleh tim campuran pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.46 WIB. Korban diidentifikasi berjulukan Maryam, penduduk Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu. Jenazahnya ditemukan di belakang rumah warga, sekitar 1 kilometer dari titik awal dia dilaporkan hilang.
Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widyanto, mengonfirmasi bahwa korban diduga terseret arus saat tanggul Sungai Plumbon jebol sepanjang 40 meter.
"Korban tinggal tepat di depan titik tanggul nan jebol. Saat kejadian, diduga korban keluar rumah untuk memantau kondisi sungai, namun nahas dia terseret arus hingga ke area persawahan dan tambak," jelas Fajar, Sabtu (16/5).
Data Korban Meninggal Banjir Semarang (15-16 Mei):
- Maryam: Warga Mangkang Kulon, terseret arus akibat tanggul Sungai Plumbon jebol.
- Kurnia Suci Marsella (22): Warga Purwosari, terseret luapan Sungai Silandak saat berangkat kerja.
Kronologi Korban Pertama
Sebelum penemuan Maryam, tim SAR telah mengevakuasi jenazah Kurnia Suci Marsella (22) pada Jumat (15/5) malam. Warga Purwosari, Semarang Utara ini ditemukan meninggal bumi di wilayah Kelurahan Purwosari, Kecamatan Ngaliyan.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengungkapkan bahwa korban saat itu tengah dalam perjalanan menuju tempat kerja di Kawasan Industri Candi menggunakan sepeda motor matik. "Hujan lebat membikin Sungai Silandak meluap ke jalan dengan ketinggian lebih dari 1 meter. Korban nan melintas terseret arus nan sangat deras," ungkap Aliet.
Komandan Tim Rescue Kantor SAR Semarang, Nur Mustofa, menambahkan bahwa saat ditemukan, kondisi bentuk korban sudah membiru akibat terlalu lama terendam air. "Korban ditemukan dalam posisi tengkurap. Pakaian luarnya apalagi sudah terlepas akibat kuatnya terjangan arus," tambahnya.
Kondisi Infrastruktur
Jebolnya tanggul Sungai Plumbon sepanjang 40 meter menjadi sorotan utama dalam musibah ini. Derasnya debit air kiriman dari wilayah hulu nan berjumpa dengan hujan lokal intensitas tinggi di Semarang disinyalir menjadi penyebab utama jebolnya tembok penahan air tersebut.
Hingga buletin ini diturunkan, tim campuran tetap bersiaga di letak terdampak untuk mengantisipasi adanya laporan penduduk lenyap lainnya serta membantu proses pembersihan sisa material banjir di pemukiman warga. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·