Aktivis Flotilla Gaza Ungkap Penyiksaan dan Pelecehan Seksual oleh Pasukan Israel

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Aktivis Flotilla Gaza Ungkap Penyiksaan dan Pelecehan Seksual oleh Pasukan Israel Relawan Flotilla Gaza.(ABC)

RATUSAN aktivis kemanusiaan nan tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla melaporkan pengalaman mengerikan selama berada dalam tahanan otoritas Israel. Setelah dideportasi ke Istanbul pada Kamis malam, para aktivis mengungkap praktik penyiksaan sistematis hingga pelecehan seksual nan dilakukan oleh pasukan Israel.

Sekitar 430 aktivis dibebaskan setelah ditangkap dalam penyergapan terlarangan oleh pasukan Israel terhadap kapal support menuju Gaza di perairan internasional. Saat tiba di bandara, para aktivis nan mengenakan busana olahraga penjara berwarna abu-abu dan keffiyeh disambut isak tangis family serta pendukungnya.

Kesaksian Penyiksaan dan Pelecehan

Para aktivis melaporkan bahwa mereka menjadi sasaran peluru karet, pemukulan, dan kekerasan seksual selama berada di bawah kendali otoritas Israel. Jurnalis Italia, Alessandro Mantovani, menceritakan dia dibawa ke airport dengan tangan terborgol dan kaki dirantai.

"Tentara Israel memukuli kami. Mereka menendang, meninju, dan berteriak 'Selamat datang di Israel'," ujar Mantovani saat tiba di Bandara Fiumicino, Roma.

Kesaksian nan lebih memilukan datang dari aktivis Australia, Juliet Lamont. Ia mengaku mengalami penyiksaan nan sangat keji.

"Saya diikat dengan kabel, disiksa dengan air (water tortured), dan dilecehkan secara seksual. Ada orang-orang nan mengalami patah tulang rusuk, disetrum di wajah, dan disuntik dengan obat penenang nan tidak diketahui jenisnya," ungkap Lamont.

Laporan Pelanggaran HAM Berat:

  • Pelecehan Seksual: Aktivis Brasil, Thiago Avila, menyebut ada kasus pemerkosaan oleh tentara Israel di atas kapal penjara menuju pelabuhan Ashdod.
  • Penghinaan: Miriam Azem dari golongan kewenangan asasi Adalah melaporkan seorang aktivis dipaksa bugil bulat dan berlari sementara para penjaga menertawakannya.
  • Tindakan Sadis: Seorang aktivis wanita mengaku difoto dalam keadaan tanpa busana dan tangan terikat sangat kencang hingga meninggal rasa.

Kecaman Internasional dan Pelanggaran Hukum

Kelompok kewenangan asasi manusia Adalah menyatakan bahwa seluruh operasi Israel, mulai dari penyergapan kapal di perairan internasional hingga penyiksaan sistematis di dalam tahanan, merupakan pelanggaran nyata terhadap norma internasional.

Kemarahan dunia semakin memuncak setelah beredarnya video nan memperlihatkan Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, mengawasi langsung proses penghinaan terhadap para aktivis. Dalam video tersebut, Ben Gvir tampak mengibarkan bendera Israel sementara para aktivis dipaksa bertimpuh menghadap tanah dengan tangan terikat.

Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, menyatakan dirinya ngeri melihat rekaman tersebut. Sejumlah negara termasuk Inggris, Italia, Spanyol, dan Prancis telah memanggil kuasa upaya (charge d'affaires) Israel untuk menuntut penjelasan atas tindakan tidak manusiawi tersebut.

Meskipun mendapatkan tekanan internasional, para aktivis menegaskan bahwa tindakan sadis ini tidak bakal menghentikan upaya mereka untuk menembus blokade Gaza di masa depan. (MEE/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia