loading...
Mark Zuckerberg memotret ambisi sadis Meta nan bersiap merumahkan belasan ribu pekerjanya demi mendanai obsesi prasarana AI berbobot ribuan triliun rupiah. Foto:
SAN FRANSISCO - Mark Zuckerberg kembali membuktikan bahwa di Sillicon Valley, mesin dan algoritma jauh lebih berbobot daripada manusia.
Demi memuaskan dahaga obsesi terhadap prasarana Kecerdasan Buatan (AI), Meta dilaporkan tengah merancang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sapu bersih nan bakal mengorbankan 20 persen alias lebih dari total stafnya, menakut-nakuti nasib sedikitnya 15.000 pekerja.
Langkah ini membongkar logika kelam pasar teknologi di 2026. Efisiensi tenaga kerja sejatinya hanyalah tameng untuk menutupi pembengkakan biaya pengembangan AI nan tak terkendali.
Tahun ini saja, Meta diproyeksikan membakar biaya hingga USD135 miliar (Rp2.295 triliun) hanya untuk pengeluaran mengenai AI.
Kegilaan ini memuncak pada rencana pembangunan pusat info AI raksasa senilai USD600 miliar (Rp10.200 triliun) nan ditargetkan rampung pada 2028.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·