Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyoroti nasib jemaah umrah Indonesia—khususnya nan menggunakan paket umrah ekonomis—yang kerap terlantar alias ngemper di area Corniche dan Balad, Jeddah, sebelum kembali ke Tanah Air.
Merespons kondisi tersebut, Andre mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berbareng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah untuk segera merealisasikan pembangunan rest area unik bagi jemaah Indonesia.
Dalam sebuah obrolan langsung dengan BPKH dan perwakilan pemerintah di Arab Saudi, Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat ini menyampaikan keprihatinannya memandang jemaah nan didominasi oleh orang tua kudu menunggu berjam-jam tanpa akomodasi nan memadai.
"Jadi gini Pak, jemaah umrah kita kan nan umrah murah, 25, 30, 35 (juta), itu kan sering ngemper. Dia kan dibawa ke Corniche, ya ke Balad, shopping di sana. Toko murah-murah di situ, dipaksa untuk beli. Itu satu ya. nan kedua, ngemper di situ berjam-jam, lantaran pesawat mereka malam alias subuh," ungkap Andre Rosiade.
Melihat kejadian tersebut, Andre mengusulkan solusi strategis berupa pembentukan rest area terpadu nan tidak hanya berfaedah sebagai tempat istirahat, tetapi juga pusat shopping suvenir alias Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik Indonesia.
"Nah saya pengen, bikinlah nan namanya rest area kerja sama sama KBRI alias KJRI. Bikinlah toko suvenir, jadi jemaah umrah itu datang ke rest area kita," jelas Andre.
Andre menegaskan DPR RI siap memfasilitasi dan menjembatani kerja sama antara BPKH Limited dengan para pengusaha alias penanammodal Indonesia nan berada di Arab Saudi untuk mewujudkan lahan dan gedung tersebut. Usulan ini pun diklaim telah mendapat support penuh dari Komisi VIII DPR RI.
"Fungsi kita tuh memfasilitasi. Saya sudah ngomong sama Pimpinan Komisi VIII, saya sudah ngomong kemarin sama Kang Cucun, setuju. Tolong ini di-follow up. Karena ini pertama ya jemaah kita nggak ngemper, berjam-jam loh Pak ngemper di Corniche itu, iba kan orang-orang tua," tegasnya.
Lebih lanjut, Andre menilai pembangunan rest area ini adalah investasi nan sangat riil dan menguntungkan bagi BPKH, sekaligus memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi pahlawan devisa serta jemaah ibadah asal Indonesia.
"Nah daripada ngemper di Corniche... lebih baik kita bikin rest area-nya. Mereka bisa rehat di situ, shopping di UMKM, kita shopping di toko suvenirnya milik BPKH. Kan duit juga buat BPKH, daripada upaya nggak jelas, ini lebih jelas, riil lho," paparnya.
Di akhir diskusinya, Andre meminta agar proyek ini bisa dieksekusi dengan sigap dan menargetkan agar pada tahun 2026 rest area tersebut sudah beroperasi.
"Beresin Om, jika bisa 2026 ini kelar sehingga ini jadi legacy. Jadi jemaah kita nggak ngemper, jamaah kita bisa makan peralatan kita," pungkas Andre nan kemudian berkelakar dengan nada tegas bahwa dirinya siap menggunakan wewenangnya untuk terus mengawal penuh kebijakan kebaikan jariyah ini.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·