Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menunjukkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada penduduk saat dipamerkan di Graha Wisata Niaga, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026). Sebanyak 24 SPPG di Kota Solo memamerkan beragam menu MBG dan membagikan 2( ANTARA FOTO/Maulana Surya/kye)
PEMERINTAH memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Anggaran nan semula dialokasikan sebesar Rp335 triliun sekarang disesuaikan menjadi Rp268 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa langkah ini diambil berasas petunjuk langsung Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk memastikan pengelolaan biaya dikerjakan dengan lebih efektif dan efisien melalui manajemen nan lebih ketat di Badan Gizi Nasional (BGN).
“MBG sudah mencapai Rp75 triliun per 30 April, itu sekitar 22,4 persen dari pagu awal. Namun ke depan, angkanya bukan Rp335 triliun lagi. Ada penghematan tertentu sesuai petunjuk Presiden agar biaya bisa dipakai lebih efektif,” ujar Purbaya dalam konvensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (20/5/2026).
Data Realisasi Program MBG (Per 30 April 2026):
- Realisasi Anggaran: Rp75 Triliun (22,4% dari pagu awal)
- Penerima Manfaat: 61,96 Juta orang
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG): 27.952 unit
Fokus pada Efisiensi Manajemen
Menkeu memberikan sinyal bahwa proses penghematan ini kemungkinan bakal berlanjut. Saat ini, Presiden Prabowo tengah menghitung ulang skema terbaik agar pengurangan anggaran tidak mengganggu kualitas nutrisi nan diberikan kepada murid-murid sekolah.
“Presiden sedang memperbaiki manajemen program dan langkah BGN membelanjakan anggaran. nan terpenting adalah efektivitas program dalam memberi makan siswa sekolah tetap terjaga,” tambah Purbaya.
Kondisi APBN 2026
Di tengah penyesuaian anggaran MBG, shopping negara secara keseluruhan mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 34,3 persen secara tahunan (yoy), dengan nilai mencapai Rp1.082,8 triliun. Angka ini setara dengan 28,2 persen dari total sasaran shopping APBN 2026 nan dipatok Rp3.842,7 triliun.
| Pendapatan Negara | Rp918,4 Triliun (Tumbuh 13,3%) |
| Belanja Pemerintah Pusat | Rp826 Triliun (Tumbuh 51,1%) |
| Defisit APBN | 0,64% terhadap PDB (Rp164,4 Triliun) |
Peningkatan shopping nan cukup tajam, terutama pada shopping kementerian/lembaga (K/L) nan tumbuh 57,9 persen, diklaim sebagai hasil dari strategi pemerataan penyaluran anggaran sepanjang tahun agar tidak menumpuk di akhir periode.
Meskipun shopping tumbuh pesat, pemerintah optimistis kesehatan fiskal tetap terjaga dengan defisit nan tetap terkendali di nomor 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per akhir April 2026. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·