Anggota TNI AD yang Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Dinas di Kemhan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang anggota TNI Angkatan Darat nan menjadi korban pengeroyokan di Stasiun Depok Baru, Jawa Barat, berdinas di Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa betul terdapat salah satu personel TNI AD nan berdinas di Puskom Bela Negara Kemhan menjadi korban tindak pengeroyokan di wilayah Depok pada 24 April 2026," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait saat dihubungi, Senin (27/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan saat ini kondisi personil TNI itu sudah keadaan stabil dan membaik, serta telah kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis.

Kemhan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan norma kepada Polres Metro Depok, dan mendukung langkah penegakan norma nan profesional, objektif, dan transparan.

"Kementerian Pertahanan juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak berspekulasi, serta tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas di ruang publik," kata Rico.

Seorang personil TNI AD berkedudukan peltu menjadi korban pengeroyokan di Stasiun Depok Baru, Jawa Barat usai menegur ibu nan kasar kepada anaknya.

Kejadian tersebut terekam video dan viral di media sosial.

"Iya. Korban TNI AD pangkat peltu," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi saat dihubungi wartawan, Minggu (26/4).

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/4), pukul 19.00 WIB, di Stasiun Depok Baru. Korban saat itu menegur seorang ibu nan tengah memukul anaknya.

Namun sikap dari personil TNI itu tak diterima. Anggota TNI AD tersebut pun dianiaya.

Made menyampaikan, berasas penyelidikan dan CCTV, diduga pelaku berjumlah tiga orang.

Saat ini polisi sudah menangkap dua orang. Salah satu nan ditangkap termasuk suami ibu tersebut.

(yoa/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional