
Apa Saja Perbedaan Virus Ebola dengan Hantavirus? (Foto: Freepik)
JAKARTA - Virus Ebola dan hantavirus kembali menjadi perhatian bumi setelah munculnya pandemi di sejumlah wilayah. Meski sama-sama dapat menyebabkan penyakit serius, kedua virus ini mempunyai perbedaan dari sisi penularan, gejala, hingga tingkat penyebarannya.
Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut pandemi Ebola di Republik Demokratik Kongo dan hantavirus di kapal pesiar MV Hondius sebagai bagian dari tantangan kesehatan dunia nan tetap terus terjadi.
Perbedaan Virus Ebola dan Hantavirus
Menurut WHO, Ebola merupakan penyakit nan disebabkan oleh virus dari family filovirus dan dikenal mempunyai tingkat kematian nan tinggi. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, air liur, keringat, alias cairan tubuh lainnya.
Sementara itu, hantavirus berasal dari golongan virus nan ditularkan hewan pengerat, terutama tikus. Penularan umumnya terjadi ketika manusia menghirup partikel dari urine, air liur, alias kotoran tikus nan terkontaminasi virus.
Dari sisi gejala, Ebola biasanya diawali dengan demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga perdarahan pada kasus berat. Penyakit ini dapat berkembang sigap dan menyebabkan kerusakan organ serius.
Berbeda dengan Ebola, hantavirus lebih sering menyerang sistem pernapasan alias ginjal. Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, batuk, sesak napas, hingga gangguan kegunaan ginjal pada kondisi tertentu.
Perbedaan lain terletak pada tingkat penyebaran. Ebola dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita alias jenazah pasien nan terinfeksi. Karena itu, pandemi Ebola sering memicu penularan dalam organisasi maupun akomodasi kesehatan.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·