Apa Sebenarnya yang Bikin Harga Emas Meroket hingga Tembus Rp3 Jutaan per Gram?

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Apa Sebenarnya nan Bikin Harga Emas Meroket hingga Tembus Rp3 Jutaan per Gram?

Apa Sebenarnya nan Bikin Harga Emas Meroket hingga Tembus Rp3 Jutaan per Gram? (Foto: Okezone)

JAKARTA - Apa sebenarnya nan bikin harga emas meroket hingga tembus Rp3 jutaan per gram? Pada hari ini, nilai emas Antam logam mulia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Usai naik menjadi Rp3.003.000 pada perdagangan kemarin, hari ini nilai emas Antam logam mulia naik Rp165.000 menjadi Rp3.168.000 per gram. 

Harga emas sudah diprediksi bakal menembus level Rp3,5 juta per gram pada tahun ini. Bahkan, kenaikan nilai emas bisa menyentuh level Rp4,2 juta per gram pada 2026.

"Saya merevisi juga untuk logam mulia, nan tadinya logam mulia di level Rp3.500.000 di tahun 2026 ini berubah menjadi Rp4.200.000. Ingat, logam mulia nan tanggal 24 Desember saya mengatakan bakal ke level diprediksi itu di Rp3.500.000. Ini berubah, saya revisi menjadi Rp4.200.000 per gram," kata Pengamat pasar finansial Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Lalu apa sebenarnya nan bikin nilai emas meroket hingga tembus Rp3 jutaan per gram? 

Menurut Ibrahim, terdapat sejumlah aspek nan mendorong kenaikan nilai emas. Ini tidak lepas dari aspek eksternal nan berangkaian dengan kondisi geopolitik, selain itu juga ada aspek internal nan berangkaian dengan tingginya permintaan masyarakat.

"Seperti biasa adalah geopolitik, kemudian perang dagang, perpolitikan di Amerika Serikat, kemudian kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat itu secara eksternal. nan kedua adalah tentang supply dan demand untuk tambang emas di Indonesia," katanya.

Menurutnya, eskalasi geopolitik di beragam area menjadi katalis utama penguatan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat, seiring pergerakan kapal induk Amerika Serikat ke area tersebut dan memanasnya hubungan Israel–Iran. 

“Situasi ini dinilai berisiko mengganggu pasokan minyak global, nan berpotensi mendorong lonjakan nilai daya dan inflasi dunia,” kata Ibrahim.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com