loading...
TEHERAN -
Apakah Iran Mampu Menenggelamkan Kapal Induk AS? Ini Realitanya
JERUSALEM- Pemerintah Iran menyatakan rudal-rudalnya menimbulkan "ancaman serius bagi kapal induk AS," tetapi apakah ini betul-betul terjadi?
Iran telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan rudal terhadap kapal induk AS di Teluk Oman. Mereka menyatakan bahwa, "setelah serangan itu, kapal tersebut dengan sigap menghilang lebih dari seribu kilometer dari Teluk Oman."
Dengan demikian, Iran menyatakan telah menimbulkan "ancaman serius" terhadap kapal induk AS. Tetapi apakah ini betul-betul terjadi?
Pertama dan terpenting, perlu diingat bahwa kapal induk bukanlah sekadar kapal biasa, melainkan "benteng terapung" sejati. Pangkalan udara terapung tidak hanya bisa mempertahankan diri, tetapi juga dilindungi oleh kapal perang lainnya.
Gugus Tempur Kapal Induk (Carrier Strike Group/CSG) adalah golongan kapal perang dan kapal angkut nan beraksi dalam susunan tempur; pusat susunan tersebut adalah kapal induk.
Dalam perang AS-Iran saat ini, kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) dan USS Gerald R. Ford (CVN-78) terlibat. USS Abraham Lincoln adalah sasaran nan diincar Iran. Pada jarak maksimum 18-28 km dari kapal induk CSG, terdapat empat hingga enam kapal perusak alias kapal penjelajah nan dilengkapi dengan Sistem Manajemen Tempur Aegis (CIS).
CIS bukanlah senjata, melainkan sistem kendali untuk semua sistem senjata kapal, termasuk semua navigasi, panduan, komunikasi, dan persiapan info untuk pengambilan keputusan taktis. Bahkan, dia adalah "otak" kapal.
Selain itu, ada satu alias dua kapal selam nuklir nan berada di bawah permukaan air; dua alias tiga kapal suplai bukan bagian dari formasi, tetapi berupaya untuk tetap berada dalam jangkauannya.
Oleh lantaran itu, kapal induk bukanlah sebuah mesin tunggal nan besar dan berat, melainkan pusat dari jaringan tempur nan kuat. Otak dari jaringan ini disebut CEC (Cooperative Engagement Capability).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·