Apple Rayakan 50 Tahun, Steve Wozniak Malah Pilih Pensiun dari Teknologi dan Menjauh dari AI

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

loading...

Potret Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple nan sekarang memilih menjauh dari hingar-bingar teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI) lantaran dinilainya terlalu kaku dan kehilangan sentuhan manusiawi. Foto: ist

JAKARTA - Menjelang seremoni separuh abad berdirinya Apple pada 1 April mendatang, ironi besar justru terlontar dari mulut sang pendiri, Steve Wozniak, nan secara terang-terangan mengaku sangat kecewa dan nyaris tidak pernah menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Selama 50 tahun terakhir, Apple telah mengubah peradaban manusia. Wozniak nan mengabdi hingga tahun 1985 adalah otak di kembali komputer individual 8-bit Apple I dan dua model komputer pertama, serta pembuat Macintosh nan memopulerkan antarmuka grafis.

Inovasinya membuka gerbang teknologi hingga sekarang produk Apple (Macintosh, iPhone, Apple Watch, dan AirPods) berada di saku sekitar 1,5 miliar orang di seluruh dunia. Namun, Wozniak sekarang lebih memilih menyentuh rumput.

"Saya betul-betul telah cukup banyak memutus hubungan dari teknologi. Dan saya percaya alam jauh lebih krusial daripada apa nan dilakukan manusia," ungkap Wozniak dalam wawancara terbaru berbareng CNN.

Mengenai AI, dia melontarkan kritik tajam. "Saya sangat jarang menggunakan AI. Saya sering membaca hal-hal (yang dihasilkan AI), dan itu terdengar terlalu kaku dan terlalu sempurna, sementara saya menginginkan sesuatu dari manusia, dan saya sering kali sangat kecewa."

Skeptisisme Wozniak sejalan dengan postur upaya Apple saat ini nan tampak tertinggal dalam perlombaan senjata AI global.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews