loading...
Rangkaian jejeran produk terbaru Apple nan dirilis awal Maret 2026, mulai dari iPhone 17e, iPad Air M4, hingga lini MacBook Pro M5 dan laptop termurah sepanjang sejarah mereka, MacBook Neo. Foto: Apple
SAN FRANSISCO - Diam-diam Apple memberondong pasar dengan separuh lusin perangkat baru. Mulai dari lini termurah hingga perangkat untuk pekerja ahli tingkat tinggi.
Langkah ini bukan kebetulan. Di 2026, konsumen semakin terpolarisasi. Ada golongan pembeli nan sangat sensitif terhadap nilai akibat kelesuan ekonomi, ada pula kalangan ahli nan rela bayar mahal demi kecepatan pemrosesan kepintaran buatan (AI). Karena itu, Apple menyebar jaringnya seluas mungkin.
MacBook Neo: Sang Penghancur Harga

Apple resmi merilis MacBook Neo, laptop paling murah sepanjang sejarah mereka. Harga awalnya hanya USD599 alias Rp10.063.200 (bahkan turun jadi Rp8.383.200 untuk kalangan pendidikan).
Ini adalah strategi Apple untuk merebut pasar pelajar nan selama ini didominasi oleh Chromebook dan laptop Windows murah. Bagaimana mereka menekan harga? Apple membenamkan chip A18 Pro (otak dari iPhone 16 Pro keluaran tahun lalu) nan dipadu memori 8GB.
Meski memakai mesin ponsel, Apple berani menyatakan laptop berlayar Liquid Retina 13 inci ini 50 persen lebih sigap untuk tugas sehari-hari dibanding laptop Windows berprosesor Intel Core Ultra 5 terlaris.
Namun, nilai murah menuntut kompromi. Versi termurah (kapasitas 256GB) tidak mempunyai sensor sidik jari (Touch ID). Anda kudu bayar ekstra USD100 (Rp1.680.000) untuk mendapat kapabilitas 512GB dan sensor tersebut.
Laptop nan tersedia dalam warna ceria (perak, blush, citrus, indigo) ini juga menanggalkan colokan MagSafe nan ikonis.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·