Ilustrasi(Dok AFP)
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya terhadap tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Riyadh juga berambisi langkah tersebut menjadi awal dari penghentian bentrok secara menyeluruh di area Timur Tengah.
Melalui pernyataan resmi pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan apresiasi atas perkembangan tersebut. Dukungan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi stabilitas regional nan selama ini diliputi ketegangan geopolitik.
"Kementerian Luar Negeri menyambut pernyataan-pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif tentang capaian kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran," demikian pernyataan Kemlu Saudi, seperti dikutip Sputnik.
Di sisi lain, laporan Kantor Berita Anadolu mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif turut mengonfirmasi adanya kesepakatan tersebut. Ia menyebut bahwa Amerika Serikat dan Iran, berbareng para sekutunya, telah menyetujui penghentian bentrok secara langsung di beragam wilayah, termasuk Lebanon.
"Dengan penuh kerendahan hati, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, berbareng sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun termasuk Lebanon dan wilayah lainnya, bertindak segera," kata Sharif melalui platform media sosial X pada Rabu (8/4).
Pernyataan Sharif ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kesediaannya untuk menghentikan sementara serangan dan pemboman terhadap Iran dalam jangka waktu dua minggu.
Lebih lanjut, Sharif juga mengundang perwakilan dari kedua negara untuk melanjutkan perbincangan damai. Rencananya, pertemuan tersebut bakal digelar di Islamabad pada Jumat guna membahas penyelesaian akhir atas beragam perselisihan nan tetap berlangsung.
Langkah diplomatik ini diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan permanen serta menciptakan stabilitas jangka panjang di area Timur Tengah. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·