Archworks X Angkat Isu Ruang dan Identitas, Hadirkan Arsitektur ke Ruang Publik

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Archworks X Angkat Isu Ruang dan Identitas, Hadirkan Arsitektur ke Ruang Publik Archworks X berjalan pada 6 April hingga 1 Mei 2026 di Universita Pembangunan Jaya, Bintaro, Tanggerang Selatan.(Dok. UPJ)

Di tengah perkembangan kota nan semakin cepat, ruang tidak lagi sekadar menjadi wadah aktivitas, tetapi juga membentuk langkah manusia berinteraksi, menyimpan memori, dan membangun rasa mempunyai terhadap lingkungannya.

Namun, di kembali perannya nan begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, arsitektur tetap kerap dipahami sebagai disiplin nan terbatas pada ruang studio dan ranah akademik. Padahal, arsitektur mempunyai potensi besar untuk menjadi ruang perbincangan nan terbuka bagi publik.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Archworks X datang sebagai upaya untuk menghadirkan arsitektur secara lebih inklusif, tidak hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dipahami, didiskusikan, dan dirasakan bersama.

Acara nan diketuai oleh mahasiswa arsitektur angkatan 2023, Agnes Claudia, dan didukung oleh segenap mahasiswa dan pengajar Universitas Pembangunan Jaya ini mengusung tema “Designing Presence: Space, Memory, and Belonging”, aktivitas ini membujuk publik untuk memandang ruang sebagai bagian dari pengalaman hidup nan lebih luas, sekaligus merefleksikan hubungan antara manusia dan lingkungannya.

Archworks X berjalan pada 6 April hingga 1 Mei 2026 dengan menghadirkan beragam rangkaian aktivitas seperti simposium, workshop, kejuaraan desain, pameran karya, hingga pagelaran interaktif. Seluruh rangkaian ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk berganti pendapat dan perspektif.

Tidak hanya melibatkan mahasiswa dan akademisi, aktivitas ini juga menghadirkan arsitek profesional, siswa SMA dan SMK se-Jabodetabek, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Kolaborasi juga dilakukan dengan beragam perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek untuk memperkaya perspektif pandang dan pendekatan kreasi nan dihadirkan.

Pembina golongan nan menyelenggarakan Archworks X, Ar. Lutfi Aulia Makarim, S.Ars., M.R.K., IAI., menyampaikan bahwa aktivitas ini bermaksud untuk menjembatani jarak antara arsitektur dan publik.

“Archworks X merupakan upaya untuk menghadirkan arsitektur nan berasal dari studio, dibawa ke ruang publik nan lebih terbuka, sehingga dapat dipahami dan didiskusikan bersama,” ujarnya.

Selain itu, Archworks X ini tidak hanya konsentrasi pada aktivitas arsitektur, namun juga melibatkan beragam pihak menjadi bagian krusial dalam menciptakan obrolan nan lebih kontekstual.

“Kami melibatkan mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Arsitektur Askara, praktisi, komunitas, hingga UMKM agar pertukaran pendapat nan terjadi lebih relevan dengan kehidupan sehari- hari,” tambahnya.

Seiring dengan dinamika area perkotaan seperti Tangerang Selatan dan Jabodetabek, rumor ruang publik, identitas kawasan, serta keberlanjutan lingkungan dan sosial menjadi semakin krusial untuk dibahas secara terbuka. Archworks X menjadi salah satu ruang nan mempertemukan beragam perspektif tersebut.

Kegiatan ini diselenggarakan di beragam titik strategis kampus, seperti Aula Lantai 3 Gedung B, Lobby Gedung A, Concourse Lobby B, Lorong PPAR Lantai 6 Gedung A, Plaza Bodhi, dan Plaza Riverside, sehingga menghadirkan pengalaman ruang nan beragam bagi pengunjung.

Sebagai penyelenggara, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) melalui Program Studi Arsitektur, Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek bekerja-sama dengan Prodi dari Fakultas Teknologi dan Design, menghadirkan Archworks X sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong penemuan di bagian arsitektur dan pendidikan.

Melalui pendekatan ini, UPJ menghadirkan pendapat dan karya nan sebelumnya berkembang di ruang akademik ke ruang publik nan lebih terbuka, interaktif, dan mudah diakses.

Archworks X juga menjadi bagian dari rangkaian seremoni 15 tahun UPJ, nan menegaskan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan ruang kerjasama antara akademisi, praktisi, dan masyarakat.

Lebih dari sekadar aktivitas tahunan, Archworks X menjadi bentuk gimana arsitektur dapat datang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai ruang nan dibangun, tetapi juga sebagai ruang nan dipahami, didialogkan, dan dikembangkan bersama. (RO/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia