Arsenal akhirnya kembali menjuarai Liga Primer Inggris setelah 22 tahun. Ribuan suporter The Gunners merayakan momen berhistoris itu dengan penuh haru di sekitar Emirates Stadium.(AFP)
PENANTIAN panjang itu akhirnya selesai juga. Setelah 22 tahun hidup dalam nostalgia era Invincibles, suporter Arsenal sekarang kembali merasakan manisnya menjadi juara Liga Primer Inggris.
Kepastian gelar datang seusai Manchester City ditahan seri Bournemouth 1-1, Rabu (20/5) awal hari. Hasil itu membikin Arsenal tak lagi terkejar di puncak klasemen dan memastikan trofi liga kembali ke London Utara untuk pertama kalinya sejak 2004.
Di sekitar Stadion Emirates, suasana berubah menjadi pesta besar. Ribuan fans nan sejak awal berkumpul di pub, jalanan, hingga area stadion langsung meledak dalam sorak-sorai begitu peluit akhir laga Bournemouth kontra City berbunyi.
Nyanyian “Campeones! Campeones!” menggema tanpa henti. Ada nan menangis, berpelukan, apalagi berdiri terpaku seperti tak percaya penantian selama lebih dari dua dasawarsa akhirnya tuntas.
Bagi banyak pendukung Arsenal, gelar musim ini terasa jauh lebih emosional dibanding sekadar trofi biasa. Sebab, hidup mereka sudah berubah total sejak terakhir kali Meriam London menjadi kampiun.
Ada nan melewati masa lajang hingga menikah dan punya anak lampau berpisah nan semuanya dilewati ketika menanti Arsenal akhirnya mengakhiri puasa gelar.
“Saya sudah menikah, punya anak nan sekarang sudah remaja, lampau bercerai. Itu semua terjadi sejak Arsenal terakhir juara liga,” kata seorang suporter berjulukan Matt kepada BBC Sport.
Cerita serupa muncul dari suporter lainnya. Ada suporter nan mengaku menyimpan kaleng bir jenis unik Arsenal sejak 2021 dan tidak membukanya sebelum klub kesayangannya kembali juara.
“Saya punya kaleng lager peringatan double winners 1971 nan dirilis 2021. Saya bilang tidak bakal meminumnya sampai Arsenal juara lagi. Sekarang sudah kedaluwarsa lima tahun, doakan saya selamat (saat meminumnya),” kata suporter berjulukan Barry.
Momen penuh haru terjadi di markas latihan Arsenal. Seluruh pemain dan staf pembimbing berkumpul menyaksikan laga City bersama-sama. Saat hasil seri dipastikan, ruang tersebut langsung berubah menjadi lautan selebrasi.
Para pemain melompat, berpelukan, dan menari sembari meneriakkan chant juara. Gelandang Arsenal, Declan Rice, nan sebelumnya sempat berbicara belum selesai setelah Arsenal kalah dari City bulan lalu, sekarang mengunggah foto selebrasi tim dengan kalimat singkat. “Sudah selesai," ucap Rice.
Keberhasilan Arsenal mengakhiri paceklik gelar juga menjadi pembuktian kesabaran klub terhadap Mikel Arteta. Pelatih asal Spanyol itu memerlukan nyaris tujuh tahun untuk membangun Arsenal kembali menjadi penguasa Inggris.
Meski pesta juara sudah dimulai, musim Arsenal belum betul-betul selesai. The Gunners tetap berkesempatan mencatat sejarah lebih besar saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions akhir bulan ini.
“Saya percaya kami bisa melakukannya,” kata fan Arsenal berjulukan Chloe.
“PSG musuh nan hebat, tetapi saya merasa tim ini punya rasa lapar berbeda. Rasanya memang ini waktunya Arsenal," harapnya. (Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·