loading...
Pesawat Pembom B-1B Lancer. Foto/ Daily
NEW YORK - Pentagon sedang mempertimbangkan untuk menginvestasikan USD342 juta untuk meningkatkan armada B-1B Lancer-nya, sehingga bisa membawa rudal nuklir dan memperpanjang masa pakainya hingga tahun 2037
Departemen PertahananAS sedang mempertimbangkan rencana untuk mengembalikan keahlian senjata nuklir pada pesawat pembom strategis B-1B Lancer. Ini adalah langkah krusial nan dapat membalikkan keputusan denuklirisasi nan dibuat berasas Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) pada tahun
Awalnya, B-1B Lancer dirancang sebagai pesawat pembom nuklir utama, nan bisa menembus pertahanan udara Soviet pada ketinggian rendah. Namun, setelah runtuhnya Uni Soviet, Amerika Serikat menonaktifkan senjata nuklir pesawat tersebut pada tahun 1994-1995 sesuai dengan Perjanjian START I.
Selama proses ini, peralatan unik untuk menggantung dan meluncurkan senjata nuklir, beserta sistem tenaga terkait, dibongkar. Pada tahun 2011, seluruh armada B-1B secara resmi diklasifikasi ulang sebagai pesawat nan hanya membawa senjata konvensional. Setiap tahun, pengawas Rusia melakukan pemeriksaan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap perjanjian internasional AS mengenai jenis pesawat ini.
Teknologi nan ditingkatkan dan keahlian tempur hipersonik.
Menurut laporanmiliter, Pentagon telah mengembangkan tiang penyangga eksternal unik nan memungkinkan B-1B membawa rudal jelajah berhulu ledak nuklir. nan menarik, setiap tiang penyangga baru ini dirancang untuk menampung dua rudal secara bersamaan.
Pesawat pembom B-1B Lancer bakal bisa meluncurkan senjata hipersonik dari tiang penyangga eksternal.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·