AS Hindari Tanggung Jawab Atas Serangan Sekolah di Iran

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
AS Hindari Tanggung Jawab Atas Serangan Sekolah di Iran Warga Iran bersungkawa atas tragedi Minab.(Al Jazeera)

AMERIKA Serikat kembali menghindari untuk mengambil tanggung jawab penuh atas serangan mematikan terhadap sekolah di Iran nan menewaskan 155 orang pada hari pertama perang. Komandan tertinggi pasukan AS di Timur Tengah berkilah bahwa penyelidikan kompleks itu masih terus berlangsung.

Laksamana Brad Cooper, Komandan Komando Pusat AS (Centcom), menyatakan di hadapan panel pengawas kongres pada Selasa (19/5) bahwa letak sekolah tersebut berada di area sensitif militer. "Sekolah itu sendiri terletak di pangkalan rudal jelajah IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) nan aktif," ujar Cooper. Menurutnya, ini membikin investigasi menjadi jauh lebih rumit dibandingkan serangan udara rata-rata.

Tragedi nan terjadi di kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari tersebut merenggut nyawa 73 anak laki-laki, 47 anak perempuan, 26 guru, tujuh orangtua, seorang pengemudi bus sekolah, dan satu orang dewasa lain. Hingga saat ini, Washington secara konsisten menolak untuk mengakui keterlibatan langsung meski tekanan domestik dan internasional terus meningkat.

Kritik Tajam dari Kongres

Pernyataan Cooper memicu reaksi keras dari personil komite. Adam Smith, personil senior dari Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata DPR, mengkritik lambatnya pengakuan dari pihak militer. "Di masa lalu, ketika kita melakukan kesalahan jenis ini, perihal itu segera diakui, apalagi jika investigasi lebih lanjut tetap diperlukan," tegas Smith.

Ketika Cooper berjanji bakal membagikan hasil penyelidikan setelah selesai, Smith membalas dengan tajam, "Jadi jawabannya adalah 'tidak'. Kita tidak bakal bertanggung jawab atas sesuatu nan sangat jelas telah kita lakukan."

Bukti Rudal Tomahawk

Laporan dari media terkemuka seperti The New York Times sebelumnya menyebut bahwa sekolah tersebut dihantam oleh rudal jelajah Tomahawk milik AS, jenis senjata nan tidak dimiliki oleh inventaris militer Iran. CNN juga melaporkan temuan serupa nan mengarah pada tanggung jawab Amerika Serikat.

Di sisi politik, Presiden AS Donald Trump awalnya sempat melontarkan klaim bahwa Iran mungkin berada di kembali serangan itu sendiri lantaran ketidakakuratan amunisi mereka. Sementara itu, Demokrat di DPR telah mengusulkan proses pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebagai buntut dari kejadian ini, meskipun langkah tersebut dinilai simbolis mengingat kendali Partai Republik di parlemen.

Di sisi lain, Israel secara konsisten membantah keterlibatan apa pun dalam serangan tersebut. Pejabat militer AS terus menegaskan bahwa kebijakan mereka tidak pernah menargetkan penduduk sipil, meskipun info korban di Minab menunjukkan realitas nan kontras di lapangan. (AFP/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia