Avtur Naik, Bagaimana Dampaknya terhadap Biaya Haji? Ini Penjelasan Wamenhaj

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Avtur Naik, Bagaimana Dampaknya terhadap Biaya Haji? Ini Penjelasan Wamenhaj Ilustrasi.(Antara Foto)

BAHAN bakar pesawat ialah avtur dilaporkan mengalami kenaikan terutama setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kenaikan avtur untuk calon haji ditanggung oleh pemerintah. 

Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tak mau ada beban biaya tambahan bagi jemaah haji 2026. 

"Memang ada kenaikan avtur sangat signifikan, tapi perintah Presiden adalah beliau tidak menginginkan ada beban nan berat jemaah haji,"ujar Dahnil usai menutup Manasik Haji Akbar 1447 H/2026 M Bank Sumut di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/4).

Lebih jauh, Dahnil mengatakan Kementerian Haji dan Umrah dengan maskapai penerbangan nan mengangkut jemaah haji bakal mencari solusi. Diharapkan tambahan biaya ibadah haji tahun ini dapat diminimalisasi.

Dampak kenaikan nilai avtur, sambung Dahnil, membikin maskapai pikulan ibadah haji ialah Garuda Indonesia kudu menanggung biaya tambahan.

"Maskapai Saudi beberapa hari nan lampau juga mengirimkan surat kepada kami, menyampaikan tanggungan nan mereka kudu tambah rata-rata nyaris 4.000 dolar AS per jamaah," sambung Dahnil.

Adapun kuota jemaah haji asal Indonesia nan diberikan oleh pemerintah Arab Saudi ialah  221.000 jamaah haji pada 2026, nan terdiri atas 203.320 jamaah reguler dan 17.680 jamaah khusus.

Adapun golongan erbang pertama dijadwalkan bakal masuk ke pondok haji pada 21 April 2026. Mereka bakal diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 22 April 2026.

Dahnil menyebut Presiden Prabowo menyampaikan tak ada kenaikan biaya haji meskipun  komponen biaya transportasi seperti nilai avtur naik. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia