loading...
Ilustrasi antarmuka platform pengedaran digital Steam nan menampilkan label Not Fit for Distribution pada sejumlah titel gim terkenal akibat kekacauan penerapan sistem pengelompokkan IGRS. Foto: Gemini/Sindonews
JAKARTA - Kekacauan tiba-tiba melanda ekosistem gaming Indonesia ketika ribuan pemain mendapati gim raksasa sasaran mereka di platform Steam mendadak dilabeli "Not Fit for Distribution" namalain tidak layak edar.
Kepanikan ini bermulai saat platform pengedaran digital raksasa, Steam, mulai menampilkan Indonesia Game Rating System (IGRS).
Sistem besutan pemerintah ini sejatinya bermaksud mulia: mengklasifikasikan gim ke dalam kategori umur (3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+) guna melindungi pengguna di bawah umur.
Namun, implementasinya di lapangan justru memicu bencana. Judul-judul Triple-A (AAA) sekelas Expedition 33, The Sims 4, Persona 5, hingga Yakuza mendadak mendapat label Refused Classification (RC), membikin status distribusinya dipertanyakan.
Dari kacamata komunitas, sistem ini dinilai kacau balau dan inkonsisten. Keresahan ini disuarakan tajam oleh pembuat dengan akun @faikar_m di media sosial.
Alih-alih akurat, sistem kurasi nan diduga menggunakan kepintaran buatan (AI) secara serampangan ini menghasilkan anomali konyol: gim anak-anak Upin-Ipin Universe justru mendapat stempel 18+, sementara gim dengan unsur kekerasan dilabeli rating rendah.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·