loading...
AI bisa memanipulasi tragedi Timur Tengah di layar ponsel, menjadikan misinformasi rumor nan penting. Foto: AAP
TIMUR TENGAH - Perang tak lagi sekadar baku tembak di garis depan. Tapi, sekarang bertempur di beranda media sosial Anda. Di tengah memanasnya serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran beserta serangan balasannya, bumi maya justru dibanjiri rumor disinformasi.
Kecerdasan Buatan (AI) sekarang digunakan untuk menciptakan realitas tiruan nan memanipulasi emosi publik global.
Temuan dari lembaga AAP FactCheck menyingkap kebenaran mengerikan ini: sejumlah besar foto dan video nan diklaim sebagai rekaman original Perang Iran 2026 rupanya adalah hasil manipulasi AI alias potongan visual lawas nan didaur ulang.
Memasuki 2026, tren perangkat lunak kreator gambar AI (generative AI) sudah sangat mudah diakses oleh publik.
Siapa saja bermodal ponsel pandai bisa mengetik teks dan mengubahnya menjadi foto serealistis mungkin.
Hal ini menciptakan pasar gelap disinformasi, di mana konten sensasional diproduksi demi mendulang klik, engagement, perang psikologis, alias apalagi menggiring narasi tertentu.

Foto nan memperlihatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (86 tahun), tergeletak di bawah reruntuhan rupanya buatan AI. Foto: AAP
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·