Bahlil Klaim ICP di Bawah USD100 per Barel, Jamin Tak Ada Kenaikan BBM

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 19 Mei 2026 |18:38 WIB

Bahlil Klaim ICP di Bawah USD100 per Barel, Jamin Tak Ada Kenaikan BBM

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pengarahan Presiden Prabowo Subianto nan mau menjaga ICP rata-rata di level USD100 per barel. (Foto: Okezone.com/IMG)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan nilai minyak mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) rata-rata berada di bawah USD100 per barel secara akumulatif sepanjang kuartal I-2026. Atas dasar itu, pemerintah tidak bakal meningkatkan nilai BBM dalam waktu dekat.

Bahlil menekankan pengarahan Presiden Prabowo Subianto nan mau menjaga ICP rata-rata di level USD100 per barel. Ia menyebut kondisi nilai ICP nan diklaim tersebut sejalan dengan mandat kepala negara.

"ICP bumi itu naik turun, sempat USD117, kemudian USD90, ada nan USD100. Tapi rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80 dolar per barel. Jadi, tidak bakal kita naikkan subsidi BBM, Insyaallah sampai akhir tahun," kata Bahlil saat dijumpai di instansi Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Perlu diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan nilai rata-rata minyak mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD117,31 per barel pada April 2026. Harga ICP ini naik dibandingkan Maret nan senilai USD102,26 per barel.

Kenaikan nilai tersebut menjadi level tertinggi dalam satu tahun terakhir dan memperlebar selisih dari dugaan makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 nan dipatok sebesar USD70 per barel.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com