Bakar Uang Rp2.295 Triliun, tapi Nggak Ada yang Mau Gunakan AI Buatan Meta

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

Mark Zuckerberg menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa investasi prasarana AI senilai lebih dari Rp2.000 triliun pada 2026 bukan sekadar bakar modal tanpa daya pikat bagi pengguna. Foto: Reuters

SAN FRANSISCO - Meta Platforms mungkin memenangkan angka-angka di atas kertas. Tapi, mereka kalah telak dalam merebut hati pengguna AI.

Di saat OpenAI melalui ChatGPT sukses menggaet 900 juta pengguna aktif mingguan, Meta justru terjebak nomor fatamorgana: miliaran pengguna nan "terpaksa" memandang AI lantaran fitur tersebut disisipkan secara paksa di sela-sela obrolan WA dan beranda Instagram.

Sederhananya gini: orang membuka ChatGPT lantaran mereka butuh asisten pintar. Sebaliknya, orang menggunakan Meta AI lantaran fitur itu ada di depan mata mereka saat mau berkirim pesan.

Perbedaan antara pengguna "intensional" (berniat) dan pengguna "pasif" (sekadar lewat) inilah nan menjadi sirine ancaman bagi masa depan perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut di tahun 2026.

Kritik pedas ini datang dari Alex Kantrowitz, pendiri Big Technology, nan memandang adanya lembah lebar antara shopping modal (capex) Meta nan ugal-ugalan dengan realitas di lapangan.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews