loading...
Puluhan ribu sistem operasional perusahaan medis Stryker di AS tumbang akibat serangan jawaban oportunistik dari peretas Iran, Handala, pada Selasa malam. Foto: Getty Images
IRAN - Tumpahnya darah tidak lagi hanya dibalas dengan peluru, melainkan dengan kelumpuhan digital nan masif.
Ketika rudal Tomahawk Amerika Serikat menewaskan sedikitnya 165 penduduk sipil di sebuah sekolah wanita di Minab, Iran, pada akhir Februari lalu, jawaban nan tiba di Negeri Paman Sam pada Selasa malam bukanlah pesawat pembom.
Serangan pertama itu berupa barisan kode malware nan secara sadis melumpuhkan puluhan ribu komputer dan menghentikan operasi dunia raksasa teknologi medis asal Michigan, Stryker.
Serangan destruktif ini diklaim dilakukan oleh "Handala", golongan peretas nan namanya diambil dari karakter animasi politik karya seniman Palestina, Naji al-Ali.
Industri keamanan siber dunia, termasuk master Sergey Shykevich dari Check Point di Tel Aviv, meyakini golongan nan memperkuat menggunakan internet satelit Starlink ini adalah garda depan Kementerian Intelijen Iran (MOIS).
Saat ini, negara tidak lagi bersusah payah menembus firewall militer musuh nan berlapis. Mereka mengincar prasarana upaya berbobot tinggi nan terafiliasi dengan negara lawan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·