Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola(MI/Seno)
DI periode 2008-2023, sepak bola seakan hanya milik Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Setiap kali ada penentuan siapa pemain terbaik di dunia, hanya dua pemain itulah nan bergantian untuk terpilih.
Hanya dua kali mereka kandas untuk meraih Ballon d’Or. Pertama, di 2018, ketika pemain asal Prancis, Karim Benzema, menyeruak tampil di antara kedua megabintang tersebut. Dan, sekali lagi pada 2022, ketika playmaker asal Kroasia di klub Real Madrid, Luca Modric, terpilih sebagai pemain terbaik dunia.
Era duopoli itu sekarang sudah berakhir. Baik Messi maupun Ronaldo sudah bersiap lengser keprabon. Usia memaksa mereka untuk tampil di kejuaraan nan tidak lagi seketat seperti dulu.
Sekarang kesempatan bagi pemain baru tampil mengambil panggung sebagai pemain terbaik. Salah satu nan muncul sebagai calon kuat adalah skipper tim nasional Inggris, Harry Kane. Kane menunjukkan kematangannya sebagai pemain. Kini, dia tidak hanya terpaku sebagai ujung tombak. Di klub Bayern Muenchen, tempatnya berasosiasi sekarang, Kane diberi kebebasan untuk menjelajah lapangan.
Dengan permainannya saat ini, Kane menjadi susah untuk dijaga. Tiba-tiba dia bisa berada di kotak penalti musuh untuk mengejutkan barisan pertahanan dan sekaligus kiper lawan.
Di usia nan ke-32, Kane menjadi jauh lebih produktif. Sampai pertandingan perempat final Liga Champions Selasa malam lalu, sudah 54 gol dia cetak ke gawang tim-tim lawan.
Di Bundesliga sendiri, dari 26 pertandingan nan sudah dimainkan, kapten kesebelasan Inggris itu sudah mencetak 32 gol. Kalau produktivitasnya bisa memperkuat hingga akhir kejuaraan nanti, bukan mustahil Kane bakal membikin rekor baru Bundesliga untuk jumlah gol nan bisa dicetak dalam satu musim.
Sekarang ini, rekor dipegang pemain asal Polandia, Robert Lewandowski. Saat bermain untuk Bayern Muenchen, Lewandowski bisa menjebol 41 kali gawang musuh sehingga memecahkan rekor legenda sepak bola Jerman, Gerd Mueller.
TIGA CAPAIAN
Ada tiga momen nan bisa mengukuhkan Kane sebagai pemain terbaik dunia. Pertama adalah Bundesliga nan sudah pasti gelar juaranya diraih Bayern Muenchen. Kalau bisa memecahkan rekor jumlah gol dalam satu musim, Kane pun bakal mendapat nilai plus.
Kedua adalah arena Liga Champions. Kemenangan 2-1 atas Real Madrid di Stadion Bernabeu merupakan pencapaian nan luar biasa. Kane menyumbangkan satu gol nan sangat dibutuhkan untuk membawa Bayern Muenchen lolos ke semifinal.
Ketiga tentunya Piala Dunia 2026 Juni mendatang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sudah 60 tahun 'the Three Lions' tidak pernah bisa mengangkat piala lagi. Perjalanan mereka paling tinggi hanya sampai semifinal.
Inilah kesempatan emas bagi Kane untuk membujuk para pemain muda mengembalikan kebesaran sepak bola Inggris. Dengan pemain-pemain nan tumbuh dari kejuaraan nan sangat ketat, saatnya bagi St George’s Cross untuk meraih pencapaian tertinggi.
Sudah lama juga tidak ada pemain Inggris nan tampil sebagai pemain terbaik dunia. Terakhir penghargaan itu diraih Michael Owen pada 2001, alias seperempat abad nan lalu.
Di bawah kepemimpinan pembimbing asal Jerman, Thomas Tuchel, Inggris sangat serius untuk mempersiapkan diri. Pertandingan uji coba mulai dilakukan untuk mengukur kemajuan dan kelemahan nan tetap ada.
Kompetisi dalam negeri merupakan kunci penentu keberhasilan tim nasional. Liga Primer sekarang ini diakui sebagai kejuaraan terbaik di dunia. Hampir semua pemain terbaik bumi sekarang bermain di Liga Inggris.
Munculnya pemain baru seperti Eberechi Eze dan Morgan Rogers ke dalam tim nasional merupakan parameter bahwa kejuaraan melangkah dengan baik. Tinggal gimana Tuchel meramu semua pemain nan dia miliki untuk menjadi tim nan solid dan siap untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2026.
Keberhasilan Inggris di Piala Dunia 2026 bakal mengukuhkan Kane sebagai calon terkuat pemain terbaik bumi tahun ini. Kalau dua gelar itu bisa disatukan, bakal menjadi pencapaian nan luar biasa.
MBAPPE DAN YAMAL
Ada dua pemain nan diperkirakan bakal bisa membuyarkan mimpi Kane. Pemain pertama adalah penyerang asal Prancis Kylian Mbappe. Ia pemain muda setelah Pele nan mau membawa negaranya memenangi Piala Dunia.
Satu nan belum bisa dicapai Mbappe dalam kariernya adalah memenangi Piala Champions. Keputusannya untuk meninggalkan Paris Saint Germain dan pindah ke Real Madrid disebabkan dia mau merasakan manisnya piala tertinggi antarklub Eropa tersebut.
Namun, pilihannya untuk meninggalkan PSG musim lampau rupanya keliru. PSG justru mengangkat Piala Champions setelah ditinggalkan Mbappe, sementara prestasi Real Madrid sedang terpuruk.
Kekalahan di kandang sendiri Selasa lampau menjauhkan mimpi pemain muda asal Prancis itu untuk merasa indahnya mengangkat Piala Champions. Itu menjadi aspek nan mengurangi kesempatan Mbappe untuk menyaingi Kane.
Saingan kedua Kane adalah bintang baru Spanyol Lamine Yamal. Dua tahun lampau Yamal sudah memperlihatkan kualitasnya sebagai pemain besar bumi dengan membawa 'La Furia Roja' memenangi Piala Eropa.
Kalau tahun ini Yamal bisa membawa Spanyol untuk kedua kalinya memenangi Piala Dunia, dia bisa mengukuhkan diri sebagai pemain terbaik dunia. Sukses itu bakal menutupi kemungkinan gagalnya Barcelona memenangi Liga Champions.
Rabu (8/4) malam lampau di luar dugaan, Barca dipaksa menyerah 0-2 oleh Atletico Madrid di Camp Nou. Pertandingan kedua menjadi lebih berat untuk bisa membikin mereka lolos ke semifinal.
Waktu 103 hari sampai pengumuman pemenang Ballon d’Or menjadi menarik. Semua tetap bisa terjadi termasuk jika Declan Rice bisa membawa Arsenal memenangi Piala Champions dan Inggris merebut Piala Dunia, alias Vitinha andaikan sukses membawa PSG mempertahankan Piala Champions dan Portugal merebut Piala Dunia.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·