Ramdani Bur
, Jurnalis-Sabtu, 23 Mei 2026 |01:05 WIB

Akbar Nasution minta organisasi olahraga kudu independen. (Foto: NOC Indonesia)
KOMITE Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menegaskan pentingnya independensi organisasi olahraga sebagai fondasi utama dalam membangun prestasi olahraga nasional nan berkelanjutan, profesional, dan kompetitif di level internasional.
Komite Eksekutif NOC Indonesia sekaligus Olympian renang Indonesia, Akbar Nasution, menilai momentum transformasi olahraga nasional saat ini kudu dibarengi dengan perubahan paradigma pengelolaan organisasi olahraga, khususnya dalam aspek tata kelola organisasi dan pendanaan.
Muhammad Akbar Nasution minta organisasi olahraga tidak diintervensi pihak mana pun. (Foto: NOC Indonesia)
1. Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah
Menurut Akbar, organisasi olahraga modern tidak lagi bisa hanya mengandalkan support pemerintah semata, melainkan kudu mulai membangun kemandirian melalui tata kelola profesional, kerjasama industri, sponsorship, serta pengembangan ekosistem olahraga nan sehat.
“Independensi adalah kunci kemajuan olahraga. Menjadi pemimpin organisasi olahraga itu ada konsekuensinya. Tidak bisa hanya berambisi pada support pemerintah, tetapi juga kudu bisa membangun sumber pendanaan nan sehat, kreatif, dan berkelanjutan. Termasuk juga kami mengimbau kepada cabor-cabor untuk kritis dalam mencari figur-figur nan andaikan memimpin tidak bisa lepas dari tanggung jawabnya untuk terus mencari atlet, pembimbing dan sumber pendanaan nan baik,” ujar Akbar.
Pernyataan tersebut juga sejalan dengan semangat reformasi tata kelola olahraga nasional nan tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi, nan menekankan penguatan kelembagaan olahraga, tata kelola modern, efisiensi sistem, serta pembangunan ekosistem olahraga nan berkelanjutan.
Akbar menilai izin tersebut menjadi momentum krusial untuk mendorong organisasi olahraga lebih ahli dan adaptif menghadapi tantangan olahraga global.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·