ilustrasi(Antara)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, melaporkan lima kecamatan di wilayah tersebut diterjang musibah banjir dan tanah longsor. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi nan mengguyur area tersebut sejak Jumat (15/5).
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihaknya tetap terus melakukan pendataan di lapangan. Meski akibat kerusakan cukup luas, dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Kita sampai hari ini tetap melakukan pendataan, namun musibah alam itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Sukanta saat dihubungi di Lebak, Sabtu (16/5).
Wilayah Terdampak dan Kronologi
Bencana mulai menerjang setelah hujan lebat disertai angin kencang berjalan selama kurang lebih lima jam, mulai pukul 13.30 WIB hingga 18.00 WIB pada Jumat kemarin. Kondisi ini menyebabkan enam sungai besar meluap, ialah Sungai Peucangpari, Sungai Cimaur, Sungai Cibeurih, Sungai Cilaki, Sungai Ciminyak, dan Sungai Cisimeut.
Tercatat ada 11 desa nan tersebar di lima kecamatan terdampak paling parah, antara lain:
- Kecamatan Cigemblong
- Kecamatan Cipanas
- Kecamatan Sajira
- Kecamatan Leuwidamar
- Kecamatan Muncang
Kerusakan Infrastruktur dan Lahan Pertanian
Berdasarkan info sementara dari BPBD Lebak, akibat kerugian materiil akibat luapan sungai dan pergeseran tanah meliputi:
- 37 unit rumah penduduk terdampak banjir dan longsor.
- 1 unit pondok pesantren hanyut terbawa arus.
- 1 unit mushola terendam banjir.
- 2 unit jembatan alias jalan upaya tani roboh.
- 50 hektare lahan persawahan terendam air.
- Kerusakan prasarana lainnya seperti irigasi ambruk, tembok penahan tanah (TPT) roboh, serta kerusakan jalan desa dan bronjong.
Peringatan Dini: BPBD meminta penduduk untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan mengingat curah hujan diprediksi tetap bakal tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Kendala Pendataan dan Penyaluran Bantuan
Saat ini, BPBD Lebak telah menerjunkan peralatan penanganan musibah dan menyalurkan support logistik berupa 100 paket sembako serta 37 lembar terpal untuk penduduk terdampak. Koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa juga terus diperkuat.
Namun, Sukanta mengakui bahwa proses pendataan komplit tetap menemui halangan di lapangan. "Kondisi medan mengalami kesulitan untuk dilakukan pendataan akibat musibah alam itu," pungkasnya merujuk pada akses jalan nan terdampak longsor dan luapan air.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·