Medan, CNN Indonesia --
Banjir merendam empat kecamatan di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, usai hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut, Selasa (12/5). Luapan air dari Sungai Padang dan Sungai Bahilang memperparah kondisi hingga ratusan rumah penduduk terendam.
Kabid Penanganan Darurat Peralatan Dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan banjir melanda empat kecamatan, ialah Kecamatan Rambutan, Padang Hulu, Bajenis, dan Tebing Tinggi Kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sri Wahyuni, banjir dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah hulu, tepatnya di Kabupaten Simalungun dan Serdangbedagai, nan menyebabkan debit air di Sungai Bahilang dan Sungai Padang meningkat drastis.
"Ketinggian air pada pukul 01.30 WIB mencapai 2 meter, sehingga menyebabkan Sungai Padang meluap dan memicu banjir di Kota Tebing Tinggi. Pintu Bendung Bajayu kemudian mulai dibuka pada pukul 02.00 WIB. Air terus naik dan mulai menggenangi wilayah Kota Tebing Tinggi sekitar pukul 07.00 WIB," ujarnya.
Data sementara sebanyak 966 rumah terendam banjir. Selain itu, sebanyak 1.051 kepala family alias sekitar 3.539 jiwa turut terdampak.
Tak hanya permukiman warga, sejumlah akomodasi umum juga ikut terendam, di antaranya sekolah dasar, puskesmas, dan musala. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.
"Dalam penanganan musibah ini, BPBD Kota Tebing Tinggi berbareng sejumlah lembaga mengenai telah melakukan beragam langkah darurat, mulai dari koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan, pemantauan debit air sungai, hingga pemasangan tenda pengungsian di beberapa letak terdampak," jelasnya.
Petugas juga mengevakuasi penduduk nan terdampak banjir ke tempat nan lebih aman. Sementara itu, BPBD Sumatera Utara terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mempercepat penanganan di lapangan.
"Hingga saat ini, kondisi banjir di sejumlah wilayah tetap dalam penanganan pihak terkait. Warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan tetap dapat terjadi di wilayah tersebut," ujarnya.
(fra/fnr/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·