Seperti nan memang sudah kita semua tahu, pembaruan otomatis memang sudah menjadi bagian krusial dari sistem operasi modern terutama Windows 10 dan Windows 11, fitur ini tentu bermaksud untuk menghadirkan patch security, peningkatan performa dan fitur baru tanpa kudu menunggu pengguna melakukan pembaruan secara manual.
Namun belakangan ini muncul cukup banyak laporan dari pengguna nan menyatakan bahwa perangkat mereka melakukan upgrade Windows secara otomatis tanpa adanya persetujuan, apalagi ketika pengguna merasa tidak pernah memicu pembaruan tersebut.
Nah jelas dong, perihal ini langsung memicu obrolan baru mengenai seberapa besar kontrol nan sebenarnya dimiliki pengguna terhadap sistem Windows nan mereka pakai sendiri.
Upgrade Diam-Diam Ke Windows 11 25H2
Beberapa laporan nan dikumpulkan oleh pakat IT Günther Born menyebut bahwa ada cukup banyak pengguna nan tiba tiba mendapati sistem mereka terupgrade dari Windows 11 jenis 24H2 ke 25H2.
Yang menariknya, sebagian pengguna tersebut menyatakan bahwa mereka tidak pernah memberikan izin alias memulai proses upgrade tersebut.
Nah kejadian ini terasa seperti terlalu banyak kebetulan untuk dianggap sebagai kesalahan biasa, dalam beberapa kasus perangkat apalagi melakukan upgrade ketika pengguna sedang tidak menggunakan perangkat Windows mereka.
Dari kasus Windows, sebenarnya ini adalah perihal nan wajar lantaran memang jika Windows dalam status idle dan pause pembaruan tidak diaktifkan, Windows bakal secara otomatis melakukan upgrade.
Bahkan, Microsoft sebenarnya telah lebih dulu mengumumkan Windows jenis lama bakal secara otomatis diperbarui ketika masa support berakhir.
Berkaitan dengan Enablement Package?
Nah beberapa analisa dari PCWorld memperkirakan bahwa masalah ini mungkin berangkaian dengan sistem enablement package milik Microsoft.
Enablement package sendiri merupakan sebuah metode pembaruan nan digunakan untuk mengaktifkan fitur baru tanpa perlu instalasi besar. Hal ini dimungkinkan lantaran Windows 11 jenis 24H2 dan 25H2 menggunakan pedoman kode nan sama.
Namun tentu, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi apakah kejadian ini disebabkan oleh bug, kesalahan konfigurasi pengguna alias memang kebijakan Microsoft nan belum dijelaskan secara jelas, mengingat harusnya upgrade dari Windows 11 24H2 ke 25H2 sendiri tidak berjalan otomatis selain sudah mencapai end of service alias pengguna menerima enablemet package alias melakukan check for pembaruan manual.
Solusinya apa?
Nah sebagai solusi, pengguna nan tidak mau mendapatkan pembaruan otomatis, tentu bisa mengaktifkan pause pembaruan dari laman Windows Update.
Tutorialnya sendiri bisa Anda baca pada laman Cara Pause Updates di Windows 11, dan tentu ini sangat efektif untuk mencegah upgrade dan pembaruan otomatis Windows 11.

Seperti pada gambar diatas, di satu sistem nan saya gunakanpun saat ini tetap menggunakan Windows 11 24H2 dan belum ada indikasi ada upgrade otomatis nan dilakukan. Nah apakah Anda mengalami hambatan seperti nan dilaporkan pengguna via Borncity tersebut? komen dibawah guys.
Via : Borncity, Windows Central
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·